Sabtu, 24 Agustus 2019

SIAK

Bupati Siak Alfedri Sambut Baik Rencana Pelindo Kembangkan Pelabuhan Perawang

news24xx


Bupati Siak, Alfedri bersama jajaran direksi PT Pelindo Bupati Siak, Alfedri bersama jajaran direksi PT Pelindo

RIAU1.COM - Bupati Siak, Alfedri didampingi Asisten II Sekdakab Siak, Hendrisan menerima kunjungan PT Pelindo dalam agenda Ekspose Konsep Rencana Induk Pelabuhan Pekanbaru Terminal di Ruang Rapat Sri Indrapura, Rabu 17 Juli 2019.

Rapat ekspose tersebut, juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Arif Fadillah, General Manager PT Pelindo Cabang Pekanbaru, I Wayan Wirawan dan perwakilan Dinas Perhubungan Riau serta OPD terkait.

General Manager PT Pelindo Cabang Pekanbaru, I Wayan Wirawan mengatakan, kedatangan mereka bertujuan untuk ekspos rencana pengembangan pelabuhan dan proyeksi perubahan-perubahan yang akan terjadi selama 15-20 tahun kedepan.



BACA JUGA : 276 Jamaah Haji Siak akan Kembali ke Tanah Air tanggal 4-5 September 2019

"Berdasarkan RIPN, Perawang termasuk pelabuhan  ke 13 dari 18  pelabuhan yang ada di Provinsi Riau, yang hirarkinya sebagai pelabuhan pengumpul hingga tahun 2037," ujarnya.

"Hal itu berdasarkan RTRW Provinsi, dimana pengembangan pelabuhan Pekanbaru yang tertuang dalam Perda No 10 Tahun 2018 menyebutkan pelabuhan Pekanbaru dan pelabuhan Perawang berstatus sebagai pelabuhan pengumpul," terangnya.

Menanggapi penjelasan tersebut, Alfedri menyebut rencana pengembangan pelabuhan di Kecamatan Tualang, Siak sejatinya dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan transportasi laut sungai yang ada di Siak.



BACA JUGA : Dilaporkan Bawaslu, KPU Siak Siap Hadiri Pemanggilan DKPP

"Terkait rencana tersebut Pemkab Siak menyambut baik setiap investasi dan pengembang yang ingin memberikan suatu kontribusi terhadap perekonomian daerah, baik itu industri pelabuhan dan sektor apapun," tuturnya.

Namun lanjut Alfedri, segala sesuatu terkait seluruh rancangan program harus dikembalikan kepada ketentuan tata ruang yang ada.

"Pemkab Siak tentunya tergantung pada tata ruang baik nasional maupun provinsi. Karena rencana tata ruang kabupaten harus menyesuaikan dengan provinsi dan nasional," pungkasnya.