Sabtu, 21 September 2019

SIAK

Berang! Yasonna Laloly Minta Wanita Pemicu Kericuhan di Rutan Siak Dikirim ke Nusa Kambangan

news24xx


Yasonna Laoly, Menkumham RI saat meninjau Rutan Siak, Senin siang (Foto:Riau1) Yasonna Laoly, Menkumham RI saat meninjau Rutan Siak, Senin siang (Foto:Riau1)

RIAU1.COM -Penyelidikan pasca kerusuhan hingga berujung dibakarnya Rutan Klas II B Kabupaten Siak Sri Indrapura, Provinsi Riau oleh warga binaan yang menjalani hukuman di sana, terus bergulir.

Pihak inspektorat dari MenkumHAM RI juga diturunkan untuk mendalaminya. Setakat ini, beberapa orang warga binaan (Tahanan dan narapidana) diperiksa untuk mengurai 'benang kusut' yang menjadi sumber kericuhan.

Satu diantaranya, seorang wanita yang merupakan warga binaan Rutan Siak berinisial Y. Disebut-sebut, wanita inilah yang diduga menjadi awal pemicu timbulnya kericuhan, setelah ketahuan memiliki Narkoba oleh petugas Rutan.



BACA JUGA : Berlanjut ke Etape III TdSi 2019, Pembalap Tempuh Jarak 85 kilometer

Iklan Riau1

Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly dalam peninjauannya ke Rutan Klas II B Siak, Senin 13 Mei 2019 siang, bahkan sempat menanyakan di mana keberadaan wanita tersebut, di mana Y setakat ini sudah dalam proses pemeriksaan di Polres Siak.

Tak main-main, menteri Yasonna Laoly bahkan meminta agar wanita itu dikirim ke Lapas Nusa Kambangan, untuk melanjutkan sisa masa hukumannya. "Perempuan itu, kirim saja ke Nusa Kambangan," kata Yasonna dengan tegas.

Bukan tanpa sebab keberangan MenkumHAM RI tersebut, apalagi kejadian ini berkaitan dengan Narkoba. Menurutnya, tindakan yang diambil petugas Rutan terhadap warga binaan yang mengonsumsi Narkoba merupakan langkah yang tepat.



BACA JUGA : Reno Yudha Sansaka Taklukkan Etape II Tour de Siak 2019

"Saya dapat laporan dari Karutan Siak, bahwa petugasnya menindak warga binaan yang Narkoba. Itu tindakan yang benar dilakukan staf saya. Kemudian saat (warga binaan) itu akan di strap sel, melawan dan memancing hingga terjadinya kerusuhan," ulasnya.

Tak cuma sebatas itu saja, Yasonna pun memerintahkan Inspektoratnya untuk meneliti apakah ada petugas yang melakukan pelanggaran SOP (standar operasional prosedur) dalam kejadian tersebut.





Loading...
DN06 | space iklan baca