Rabu, 24 April 2019

ROKAN-HULU

Pelaku Penembak Wanita di Rambah Samo Dihadirkan Polres Rohul Saat Konferensi Pers

news24xx


Polres menghadirkan pelaku penembakan saat ekspos/alfa Polres menghadirkan pelaku penembakan saat ekspos/alfa

RIAU1.COM - PASIR PENGARAIAN - Lima pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) di Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) YANG menewaskan janda Ramayani (36), dihadirkan dalam keterangan resmi pihak Polres Rohul.

Dari konferensi pers yang dipimpin Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua diwakili Waka Polres Rohuk Kompol Willy Kartamanah di Mapolres Jalan Diponegoro, Pasir Pangaraian, Kamis (11/4/2019).

Dimana kelima pelaku dihadirkan di konferensi pers tersebut, terlihat kaki 2 pelaku dari 5 pelaku yang terpaksa ditembak Polisi karena diduga melawan petugas saat akan ditangkap, dibalut kain kasa.



BACA JUGA : Diikuti 9.828 Siwa, Sekda Rohul Tinjau UNBK Tingkat SLTP di Kecamatan Rambah

Kata Wakapolres Rohul, Kompol Willy, dugaan tindak pidana curas atau perampokan, mengakibatkan tewasnya janda Ramayani Jumat (29/4/2019) sekitar 04.00 Wib.

Tim gabungan Polres Rohul dan tim Reskrim Polsek Rambah Samo, setelah  dapat informasi dan olah TKP, dikumpulkan bahan keterangan dan informasi, termasuk pemeriksaan sejumlah saksi-saksi. Di TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebuah selongsong peluru kaliber 32, lakban warna hitam yang dipakai untuk menyekap anak korban.

Dari pengembangan kata Kompol Willy, 5 April 2019 lalu,‎ tim gabungan mendapatkan informasi identitas pelaku utama sekaligus sebagai otak pelaku berinisial Fr alias Bawok alias BW, warga asal Kabupaten Aceh Timur yang tengah berada di daerah Palas, Kota Pekanbaru.

"Lalu tim gabungan langsung bergerak menangkap saudara BW. Dari hasil introgasi awal, ternyata ini berkembang," jelasnya.

Dari hasil introgasi tersangka BW, polisi berhasil tangkap 4 pelaku lainnya, yakni selaku eksekutor inisial Hrt alias Ari warga Aceh Timur, Ant alias Anton selaku pemilik Senpi, Asr alias Ari selaku penghubung, dan Fj alias Fajar warga Mandau Bengkalis.

Polisi melakukan pengembangan, khususnya mengenai senjata diduga senjata api (Senpi) jenis pistol pabrikan milik Ant alias Anton yang diduga digunakan eksekutor pelaku Hrt alias Ari menghabisi nyawa janda beranak tiga tersebut.

Dari pengembangan, tim berhasil menangkap lelaki di Duri Bengkalis yang diduga anggota komplotan Curas lintas provinsi, yakni selaku perantara inisial Asr alias Ari, antara BW sebagai otak pelaku dengan Anton selaku pemilik Senpi‎ inisial Ant.

"Kemudian dikembangkan lagi bagaimana motif dan cara pelaku melakukan tindakan keji itu karena pelaku mengambil barang berharga berupa kalung emas (4 gram) dan HP (jenis senter)," ujar Waka Polres.

Ungkap Kompol Willy, dari pengakuan pelaku, keempat pelaku menggunakan sebo masuk ke rumah korban melalui jendela‎, untuk melakukan pencurian. Namun, aksi pelaku diketahui dan korban berteriak minta tolong.

Karena diduga panik, seorang pelaku menembak kepala bagian kanan korban Ramayani hingga terkapar. Lalu dua anak korban yang ada di dalam disekap pakai lakban, namun seorang anak laki-laki korban lagi berhasil kabur ke rumah keluarganya yang tidak jauh dari TKP, untuk meminta bantuan.

"Dari modus operandi masih kita kembangkan‎, pada intinya pelaku ini yang melaksanakan baik otak pelaku dan eksekutor bekerja berdua, diduga masih spontan, tapi masih kita kembangkan," ucap Kompol Willy.

Polisi juga berhasil menyita Senpi jenis pistol pabrikan semi otomatis dari Ceko milik Ant alias Paklek. Polisi juga menyita sebo, baju dan celana para pelaku, dan lainnya.

Ketika ditanyakan ke Wakapolres apakah motif para pelaku memang murni perampokan, atau adanya kaitannya dugaan adanya motif lain persaingan di bisnis minyak yang dilakukan korban dipasok PT Waskita di kawasan Desa Sukamaju kecamatan Rambah Samo.

Karena dari fakta barang bukti yang diamankan, para pelaku hanya membawa kabur kalung emas korban, serta Hp korban yang nilainya tidak begitu besar. Hal itu dijawab Wakapolres, pihaknya  nantinya akan mengembangkan kasus tersebut.



BACA JUGA : Sekda dan OPD Rohul Teken Komitmen Bersama, PAUD Negeri Pembina Jadi Percontohan

“Untuk sementara ini kita masih mengembangkannya, dugaan sementara curas,” ungkap Wakapolres ke wartawan.

Dari berbagai informasi, diduga korban selama ini sebagai pemasok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional kendaraan milik PT Waskita perusahaan milik BUMN, yang tengah melaksanakan proyek jaringan Irigasi di kawasan Desa Sukamaju Kecamatan Rambah Samo.***


R1/alfa