Selasa, 20 Agustus 2019

ROKAN-HILIR

Kepengurusan Masjid Cheng Hoo Bagansiapiapi Adopsi Manajemen yang Digagas Pemkot Batam

news24xx


Masjid Cheng Joo Bagansiapiapi, Rohil Masjid Cheng Joo Bagansiapiapi, Rohil

RIAU1.COM - Siapa yang tidak mengenal Laksamana Cheng Ho atau Zheng He dengan nama arab Haji Mahmud Shams (1371 - 1433), adalah seorang pelaut dan penjelajah asal Tiongkok yang terkenal. Di antara penjelajahannya adalah ekspedisi ke Nusantara antara tahun 1405 hingga 1433.

Untuk mengabadikan namanya yang pernah melintasi Selat Melaka, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membangun Masjid Laksmana Muhammad Cheng Hoo di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dengan gaya arsitektur perpaduan Tionghoa dan Melayu.

Sejak pemancangan pertama, pembangunan Masjid Laksamana Cheng Hoo oleh Gubernur Riau Syamsuar pada 19 Juni 2019, diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp10 miliar.

Sekdakab Rohil, Surya Arfan  yang merupakan Ketua Yayasaan Fastabiqul Khairat, rutin meninjau progress pekerjaan pembangunan masjid yang terletak di Jalan Pulau Baru, Kepenguluan Bagan Jawa Pesisir, Kecamatan Bangko, Rohil.



BACA JUGA : TNI dan Warga di Rohil Bahu-Membahu Bangun Tempat Ibadah

Disela peninjauan, Surya mengatakan, rencananya pengelolaan akan mengadaposi dari kedua masjid yang pernah dikunjungi di Batam dan akan menjadi ikon wisata religi di Rohil.

"Rencana pengelolaan  mesjid Cheng Hoo akan mengadopsi management masjid Jabal Arafah di Batam sebagai mana yang telah dikunjungi oleh ketua dan pengurus yayasan," kata Surya, Rabu 3 Juli 2019.

Menurutnya, Bupati meminta kepada pengurus yayasan untuk melakukan dan membentuk manajemen, serta meminta pengurus untuk menambah wawasan dengan meninjau dua masjid di Batam agar menyesuaikan konsep manajemen modern.

"Dari sini sebanyak 20 orang dari Yayasan Al Khairat  berangkat ke Batam dan kami juga meninjau dua masjid, salah satunya masjid Jabar Arafah yang dibina Asman Abnur dan Kadispar Kepri Buralimar," ujarnya.



BACA JUGA : Bupati Suyatno Lepas JCH Rohil dan Kampar di Embarkasi Antara Riau

"Di sana mesjid sudah dikelola dengan manajemen modern dan tidak lagi memakai istilah ketua masjid tapi CEO," sambung Surya saat berbincang dengan awak media.

Surya memaparkan, sumber pendapatan dari masjid di sana berasal dari beberapa kios dan cafe yang disewakan dengan menjual berbagai macam kuliner serta dilengkapi dengan tower setinggi 32 meter.

"Di atas tower itu, pengunjung dapat melihat keindahan Kota Batam di malam hari, dan juga bisa melihat cahaya lampu Kota Singapura, sehingga menambah daya tarik masjid yang ramai dikunjungi wisatawan sambil beribadah," paparnya.

Masih kata Surya, dalam pemilihan imam dan muazin di sana, dilakukan dengan sistem Assasement sehingga terpilih pengurus masjid serta khatib dan ustaz yang berkualitas. "Masjid di sana dikunjungi hampir 5.000 wisatawan setiap bulannya," pungkasnya.