Rabu, 18 September 2019

ROKAN-HILIR

Tak Sesuai Bestek, TP4D Putuskan Pendampingan Proyek Pelabuhan Bagansiapiapi Senilai Rp20

news24xx


Diiduga tak sesuai bestek/amr Diiduga tak sesuai bestek/amr

RIAU1.COM -  BAGANSIAPIAPI - Tim Pembangunan Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), Farkhan Junaedi, mengungkapkan, pihaknya memutuskan untuk tidak mendampingi proyek lanjutan pembangunan pelabuhan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir oleh kontraktor pelaksana PT. Multi Karya Pratama dengan anggaran Rp20 miliar lebih.

Alasannya, karena ditemukan ketidaksesuaian antara spesifikasi fisik di lapangan dengan di gambar yang ada di bestek.

"Pendampingan TP4D telah kita putuskan bukan karena masalah waktu, namun karena adanya temuan saat kita lakukan monitoring di lapangan yang tidak sesuai yang ada di dalam kontrak," kata Farkhan kepada Riau1.com, Rabu (19/6/2019).

Ketidaksesuaian itu, sebut Kasi Intel Kejari ini, sudah mereka surati kontraktor pelaksana sebanyak dua kali. Namun tidak mendapat jawaban dari mereka.

Bahkan sebelumnya penyelesasian pekerjaan pembangunan pelabuhan itu juga tidak sesuai yang sudah ditetapkan dalam kontrak yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 lalu.

Karena didalam kontrak tersebut, ada beberapa item pekerjaan yang belum selesai. Bahkan, proses pengerjaan masih tampak terus berlangsung pada bulan Januari 2019. Bahkan diduga seluruh pekerjaan sudah dicairkan 100% pada bulan Desember 2018 yang lalu.

Farkhan menambahkan, pada saat pemantauan, ditemukan ketidak sesuaian dimana terdapat beberapa titik mengalami keretakan bahkan penurunan.***


R24/phi/amr





Loading...
DN06 | space iklan baca