Jumat, 23 Agustus 2019

RIAU

Riau 'Diteror' Karlahut, Gubri Syamsuar: Toke Besarnya Harus Ditangkap Kalau Mau Selesai

news24xx


Gubernur Riau, Syamsuar Gubernur Riau, Syamsuar

RIAU1.COM - Beberapa pekan terakhir, terjadi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di sejumlah wilayah di Riau. Namun, pada tahun ini, kebakaran yang terjadi di wilayah Riau daratan.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, ada beberapa wilayah yang tahun-tahun sebelumnya jarang terjadi karlahut, sekrang justru terbakar.



BACA JUGA : Dinas Pendidikan Riau Izinkan Sekolah Cari Biaya Tambahan Untuk Pendidikan, Asalkan...

"Seperti di Inhu, Inhil dan juga di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalwan yang sejak beberapa tahun lalu tidak pernah terbakar lagi," ujarnya.

"Di TNTN, kemarin saya tinjau, tinggal sedikit hutannya, dan isinya sawit. Siapa yang tanam sawit di sana? itu hutan lindung. Jalan di sana juga bagus, bedelau," sambungnya.

Syamsuar melanjutkan, artinya, tidak mungkin rakyat kecil bisa buat jalan sebagus itu. Kalau bukan orang berduit, tidak mungkin.



BACA JUGA : Festival Riau Santri Bulan Oktober 2019, PWNU Gelar Jalan Sehat Bersarung 10.000 Orang

"Mana mungkin rakyat kecil dengan cangkul bisa buat jalan bagus di sana, dengan cangkul mana bisa punya lahan sawit beribu hektare," tegasnya.

Masih kata Syamsuar, yang ditangkap ini tukang kerja saja. Sedangkan, yang besar-besarnya tidak ditangkap sampai sekarang.

"Selagi perambahnya, toke-toke besarnya tidak ditangkap, kasus karlahut seperti ini masih akan terjadi lagi, dan tidak pernah selesai," pungkasnya.