Minggu, 22 September 2019

POLITIK

Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Tidak Diundang dalam Muktamar di Nusa Dua Bali

news24xx


Baliho besar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Nusa Dua Bali, Selasa.  Baliho besar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Nusa Dua Bali, Selasa.

RIAU1.COM - Tidak tahu alasannya kenapa. Namun Ketua DPP PKB sekaligus mantan Sekjen DPP PKB Lukman Edy mengaku tidak mendapatkan undangan dari panitia untuk menghadiri Muktamar V PKB 2019 di Nusa Dua, Bali, mulai Selasa ini hingga Kamis (22/8) lusa. 

Agenda terpenting Muktamar V PKB ini diantaranya adalah memilih dan menetapkan Ketua Umum serta pengurus yang baru. 



BACA JUGA : Partai Gerindra Jalankan Putusan Pengadilan, Mulan Jameela Ditetapkan sebagai Anggota DPR

Iklan Riau1
 
Menurut Lukman, selain dia, Ketua DPP PKB sekaligus mantan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding juga tidak diundang untuk menghadiri Muktamar V PKB tersebut.

"Saya tidak tahu alasan mengapa tidak diundang hadir di Muktamar V PKB," kata Lukman Edy dalam keterangan tertulisnya di Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019, seperti dilansir Antara. 

Ia sebagai kader partai yang juga pernah anggota DPR RI dari Partai PKB akan taat dan patuh pada keputusan partai. Apabila tidak diundang, tidak akan hadir.

Selain itu, menurut Lukman Edy yang juga pernah jadi Juru bicara Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin itu, selain dia, kader partai yang juga tidak diundang menghadiri Muktamar PKB adalah Ketua DPP PKB dan juga mantan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding.

"Alasan mengapa kami tidak diundang? Silakan tanyakan kepada DPP PKB," ujar Lukman Edy, putra asal Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau ini. 

Muktamar V PKB 2019 akan membahas tiga agenda prioritas dan strategis partai untuk 5  tahun ke depan.

Pertama, pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing.



BACA JUGA : Mendadak Heboh ke Publik Nama Syarifuddin Tippe, Calon Kuat Menteri Pertahanan

 

Kedua, memprioritaskan pada pengembangan ekonomi kerakyatan dalam rangka memberdayakan kaum mustadh'afin, kaum yang lemah dan yang terlemahkan.

Ketiga adalah pengembangan dakwah sosial dan kebudayaan dalam rangka mewujudkan kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan yang damai yang beradab.

R1/Hee 





Loading...