Senin, 19 Agustus 2019

POLITIK

Heboh di Medsos, Taruna Akmil Keturunan Prancis Enzo Zenz Allie Diduga Terpapar Radikalisme

news24xx


Taruna Akmil Enzo Zenz Allie (tengah) saat mengikuti pembukaan pendidikan dasar di Magelang.  Taruna Akmil Enzo Zenz Allie (tengah) saat mengikuti pembukaan pendidikan dasar di Magelang.

RIAU1.COM - Sempat heboh di Medsos dan jadi perhatian publik. 

Taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Prancis, Enzo Zenz Allie  menjadi viral di media sosial setelah isu miring menerpanya, lantaran dirinya diduga terpapar radikalisme atau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Atas dugaan tersebut, Markas Besar TNI akan mendalaminya.



BACA JUGA : PKS Langsung Pecat Kader Yang Terbukti Korupsi

 

"Kita dalami kasus ini. Jadi aparat teritorial, seperti Kodam dan intelijen TNI di daerah akan diturunkan untuk mendalami masalah ini," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi, di Jakarta, Rabu malam.

Seperti dilansir Antara, Kamis, 8 Agustus 2019, Sebelumnya, kabar bahwa Enzo terafiliasi dengan ideologi radikal itu menyebar berupa foto-foto di media sosial Twitter.

Enzo disebut memiliki paham HTI karena sering menggunakan foto dengan latar bendera HTI.

"Kalau benar-benar dia memang ada ideologi selain Pancasila, ya mudah saja tinggal dikeluarkan, tapi kalau tidak kan, enggak usah. Sayang, kalau tidak terbukti dan ternyata berprestasi dikeluarkan begitu saja. Jadi? kita tidak buru-buru memutuskan bahwa yang bersangkutan terpapar radikalisme. Kita akan dalami secara menyeluruh, termasuk keluarga terdekatnya (orang tuanya dan kakak serta adiknya)," jelasnya.

Mabes TNI memastikan tiap taruna Akmil telah melalui seleksi ketat. Standar operasional prosedur (SOP) seleksi turut menelusuri ideologi yang dianut para calon taruna.

Menurut dia, pemeriksaan terhadap paham-paham radikalisme ini terus dilakukan oleh TNI, namun tidak hanya Enzo, melainkan seluruh peserta didik di TNI.

"Tidak hanya Enzo. Teman Enzo juga kita lakukan penelusuran," kata jenderal bintang dua ini.

Pemeriksaan itu, kata Sisriadi, dilakukan secara simultan untuk menghindari kemunculan paham kiri maupun kanan di luar ideologi Pancasila dalam diri peserta didik.

"Sistem yang ada di kami dalam perekrutan itu penelusuran ideologi itu terus dilakukan tidak hanya satu orang, tapi seluruh peserta didik," tuturnya.



BACA JUGA : Dilaporkan ke Polisi, Ustadz Abdul Somad: Itu Pengajian 3 Tahun Lalu, Kenapa Diusik Sekarang

 

"Terus ditelusuri selama mereka mengikuti pendidikan," ucapnya.

Sebelumnya, nama Enzo viral setelah videonya yang sedang berkomunikasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan bahasa Prancis tersebar di media sosial.

Kemampuan Enzo berbicara dalam empat bahasa menarik perhatian Hadi Tjahjanto. 

R1/Hee