Jumat, 23 Agustus 2019

POLITIK

Tarik Dukungan dari 02, Kader Demokrat Se-Indonesia Desak Kongres Dipercepat dan Pertanggungjawaban Ketua Umum SBY

news24xx


Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.  Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

RIAU1.COM - Setelah menarik dukungan dari 02 Prabowo-Sandi, kader Partai Demokrat di daerah bertanya tanya. Mereka mendesak Kongres dipercepat dan Pertanggungjawaban Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. 



BACA JUGA : PAN Tak Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, Amin Rais: Melegakan

 

Partai Demokrat harus segera melaksanakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) guna mengambil sikap politik partai menghadapi gugatan pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 11-28 Juni 2019 nanti.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Pendiri.dan Deklarator Partai Demokrat, M. Subur Sembiring, Sabtu (8/6). 

Subur menyampaikan, kader Partai Demokrat se-Indonesia menanti sikap resmi partai terhadap perkiraan hasil keputusan MK nantinya. Sebab selama ini Partai Demokrat mendukung 02 dan masuk dalam koalisi Adil dan Makmur. Meski kemudian semenjak 23 Mei 2019, Partai Demokrat melalui pernyataan Sekjen Hinca Panjaitan resmi keluar dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan pindah ke Tim Kampanye NASIONAL (TKN).

"Inilah pangkal pokok persoalan yang mengakibatkan para kader partai Demokrat se-Indonesia bertanya-tanya, mau dibawa ke mana Partai Demokrat ini? Apalagi setelah itu AHY bertemu Pak Jokowi berturut-turut sampai tiga kali," kata Subur. 

"Ada apa dalam pertemuan tersebut yang banyak menimbulkan spekulasi, ditambah lagi silaturahmi AHY dan Ibas ke Ibu Megawati dan Puan Maharani baru-baru ini," lanjutnya. 

Oleh karenanya, Subur berharap Partai Demokrat perlu melaksanakan Rapimnas dan mengundang semua pimpinan DPD dan DPC Partai Demokrat se-Indonesia demi menjaga soliditas partai bintang mercy. 

Jika Rapimnas tidak dilakukan maka Subur memperkirakan suasana internal Partai Demokrat semakin meruncing dan memanas. 
 

"Akibatnya bisa saja para pimpinan Partai Demokrat di provinsi maupun kabupaten dan kota Partai Demokrat se-Indonesia akan meminta digelarnya Kongres dipercepat bulan Juli 2019 ini guna meminta pertanggungjawaban Ketua Umum DPP Partai Demokrat," tegas Subur, seperti dilansir RMOL.CO. 



BACA JUGA : Sudah Positif, Menteri Sofyan Djalil Pastikan Ibu Kota Negara Dipindahkan ke Kalimantan Timur

 

Subur pun meminta para rlit DPP PD segera mempersiapkan pelaksanaan Rapimnas Partai Demokrat Tanggal 15 - 16 Juni ini 2019 di Jakarta. 

R1/Hee