Kamis, 23 Mei 2019

POLITIK

Karena Stres dan Serangan Jantung, 10 Petugas KPPS di Jawa Barat Meninggal Dunia

news24xx


Ilustrasi warga saat pencoblosan di TPS.  Ilustrasi warga saat pencoblosan di TPS.

RIAU1.COM - Rakyat Indonesia sangat berduka. Karena kerja nya cukup berat dan melelahkan akhirnya mereka gugur dalam tugas negara. Mereka adalah 10 orang petugas KPPS di Jawa Barat. 

Sepuluh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat dinyatakan meninggal dunia diduga akibat pelaksanaan tugas Pemilu 2019 yang mengharuskan mengurus dokumen pemilihan presiden dan pemilihan legislatif memakan durasi pengerjaan ekstra.

Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, menjelaskan petugas KPPS yang meninggal dunia berasal dari lima daerah yaitu Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Purwakarta dan Ciamis.



BACA JUGA : Anaknya Tewas Tertembak, Ayah Farhan: Yang Paling Bertanggung Jawab Jokowi, Megawati dan Wiranto

 

"Kami atas nama KPU Provinsi Jawa Barat mengucapkan bela sungkawa. Semoga almarhum mendapat balasan setimpal. Mudah-mudahan khusnul khotimah. Mereka bertugas mengawal pemilu ini berjalan baik," ujar Rifqi di Bandung Jawa Barat, Jumat, 19 April 2019.

Para petugas KPPS ini meninggal dunia karena faktor kelelahan dan stres saat mengalami situasi teknis dalam persiapan pemungutan suara.

"Sejauh ini ada 10 orang petugas KPPS yang meninggal dunia. Ada yang serangan jantung karena faktor kelelahan, ada juga yang meninggal setelah menerima laporan kekurangan surat suara mungkin stres, ada juga faktor kelelahan," katanya, seperti dilansir viva.co.id, Jumat malam. 



BACA JUGA : Memanas, Massa Aksi Membakar Ban di Jalan KS Tubun

 

Sementara itu Lanjut Rifqi, kejadian tersebut menjadi pelajaran untuk pelaksanaan pemilu lima tahun ke depan agar tidak memberlakukan pemilihan dengan waktu lama.

"Ini jadi bahan evaluasi ke depannya memang pemilu diupayakan tidak memakan durasi lama sehingga petugas kami tanpa jeda harus mengurus dokumen yang cukup banyak," katanya.

R1/Hee