Senin, 25 Maret 2019

POLITIK

Begini Strategi Prabowo-Sandi Tangani Masalah BPJS Kesehatan

news24xx


Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi

RIAU1.COM - Permasalahan yang berlarut-larut soal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan oleh para kandidat calon presiden (capres) untuk bisa mensejahterakan rakyat.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun dengan cepat mengambil isu tersebut dan telah menganalisa masalah BPJS Kesehatan yang sampai saat ini masih menjadi polemik di masyarakat, dan berdampak pada rakyat kurang mampu.



BACA JUGA : Prabowo Janji 100 Hari Kepemimpinannya Biaya Listrik dan Kebutuhan Pokok Turun

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Gamal Albinsaid mengatakan, salah satu masalah yang dialami BPJS Kesehatan adalah defisit anggaran. Sejak tahun 2014, defisit yang terjadi mencapai Rp3,3 triliun dan terus bertambah hingga mencapai Rp9,8 triliun per tahun 2017.

"Defisit ini yang kemudian menimbulkan permasalahan bagi dokter, rumah sakit dan perusahaan obat," kata Gamal dilansir RMOL.co, Kamis 14 Maret 2019.

Gamal mengungkapkan, pihaknya sudah punya solusi untuk mengurangi permasalahan tersebut, dengan menaikkan anggaran kesehatan. Dana akan diambil dari kementerian lain di luar Kemenkes agar tidak mengganggu bantuan kesehatan. 

"Untuk menutup PBI (Penerima Bantuan Iuran), bisa digunakan dari pos anggaran lain atau dari Kemensos, sehingga anggaran yang sudah minim ini bisa digunakan untuk infrastruktur kesehatan, untuk promotif dan preventif," ungkapnya.



BACA JUGA : Kalah Tipis, Vietnam Hentikan Langkah Indonesia di Penyisihan Piala AFC U-23

Gamal melanjutkan, seiring dengan pembenahan masalah defisit BPJS Kesehatan ini, kualitas pelayanan pun akan meningkat jauh lebih baik di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi.

"Hari ini BPJS Kesehatan hadir, tapi kualitasnya dianggap mengalami penurunan oleh masyarakat yang merasakan langsung pelayanan rumah sakit dengan menggunakan BPJS Kesehatan, berbeda dengan pasien non BPJS," tukasnya.