Rabu, 20 Februari 2019

POLITIK

Tahun Politik, Serangan Siber Mengarah ke Lembaga Penyelenggaraan Pemilu

news24xx


Ilustrasi keamanan siber. Foto: Pixabay. Ilustrasi keamanan siber. Foto: Pixabay.

RIAU1.COM -Dalam tahun politik, serangan siber biasanya mengarah ke lembaga penyelenggaraan pemilihan umum. Serangan yang umum terjadi saat sedang menyelenggarakan pesta demokrasi.

"Industri telekomunikasi seringkali menjadi sasaran empuk para peretas untuk melancarkan serangan siber. Karena, perusahaan umumnya memiliki pusat data (data center) yang tersebar di berbagai lokasi," kata Country Director Palo Alto Networks Indonesia Surung Sinamo dikutip Antara, Jumat (9/2/2019).



BACA JUGA : Gelar Istigasah dan Tabligh Akbar di Siak, Jutaan Warga NU Riau Siap Menangkan Jokowi - Ma'ruf Amin

Apalagi, sekarang banyak transaksi bisnis lewat jaringan telekomunikasi. Negara lain juga mengalami masalah yang sama.

"Jadi, instansi harus lebih berjaga-jaga," jelas Palo.



BACA JUGA : Ini Ungkapan Said Didu Tentang 10 Kebohongan Jokowi dalam Debat Capres

Sementara itu, di industri telekomunikasi, serangan yang biasanya terjadi misalnya Dos atau DDos attack yang berusaha menyerang server, jaringan atau mesin tertentu. Sehingga, server menjadi down atau tidak bisa diakses.

"Serangan DDoS sebenarnya dapat menimpa perusahaan mana pun. Namun, biasanya serangan model ini yang ditujukan ke industri telekomunikasi lebih berat," ungkap Palo.