Rabu, 20 Februari 2019

POLITIK

Kader PKS Jabat Posisi Wakil Bupati Siak, Ini Syaratnya...

news24xx


Hendy Munief (kiri) bersama Syamsuar dan Edy Natar Nasution, saat kampanye Pilgubri beberapa waktu lalu. Foto: internet. Hendy Munief (kiri) bersama Syamsuar dan Edy Natar Nasution, saat kampanye Pilgubri beberapa waktu lalu. Foto: internet.

RIAU1.COM - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riau Hendry Munief mengaku belum memikirkan lobi-lobi politik untuk menempatkan kader terbaiknya di posisi Wakil Bupati Siak.

Saat ini, Ketua PKS Riau itu fokus menjalankan sejumlah program kerja partai guna memenangkan pasangan Prabowo-Sandi serta meraih kursi sebanyak-banyaknya di DPRD Riau.



BACA JUGA : Masalah Lahan Debat Capres, BPN Sebut Prabowo Biayai Jokowi di Pilkada DKI

"Untuk posisi Wabup Siak prosesnya kan masih panjang. Sekarang, kita fokus Pilpres dan Pileg dulu. Apalagi saya juga maju di DPR RI. Usai Pilpres dan Pileg, baru kita bahas soal posisi Wabup Siak," kata Hendry menjawab Riau1.com, Rabu (6/2/2019).

Diakui Hendri, informasi yang diperolehnya dari DPP, salah satu syarat PKS Riau mendukung Bupati Siak Syamsuar maju di Pilgubri 2018 lalu, yakni adanya komitmen Syamsuar mengusulkan kader PKS untuk menempatkan posisi Wabup Siak. 

"Janji politik dengan DPP, komitmen beliau (Syamsuar) kalau menang Pilgubri, akan mengusulkan kader PKS untuk posisi Wabup Siak. Dalam konteks seperti apa, kita belum tahu realisasinya. Sebab Pak Syam bicarakan itu dengan orang DPP, dan saya dapat info dari DPP," ujar Hendry.



BACA JUGA : Gelar Istigasah dan Tabligh Akbar di Siak, Jutaan Warga NU Riau Siap Menangkan Jokowi - Ma'ruf Amin

Kendati demikian, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan PKS juga mengusulkan calon dari luar partai, apabila di Pileg Siak nanti PKS tidak meraih kursi sesuai yang ditargetkan. 

"Target PKS Siak 12 persen, atau minimal 5 kursi. Insya Allah, melihat dari perjuangan kader di lapangan, target ini bisa tercapai. Artinya, kalau ini terealisasi, tentu PKS punya peluang meraih posisi Wabup," jelasnya.

Kendati Syamsuar sudah menyatakan pengunduran dirinya sebagai Bupati pada sidang paripurna DPRD Siak, Senin lalu, Hendri menyampaikan sejauh ini belum ada pertemuan tim koalisi parpol pengusung pasangan Syamsuar-Alfedri di Pilkada Siak tahun 2015 silam.

"Saya rasa alasannya sama, semua partai sibuk mempersiapkan Pilpres dan Pileg. Lagi pula prosesnya masih jauh, Pak Syam kan belum dilantik sebagai Gubernur Riau. Bisa jadi, penetapan Wabup Siak ini tunggu anggota Dewan yang baru," jelasnya.

Pilkada Siak 2015, pasangan petahana Syamsuar-Alfedri diusung PAN (5 kursi), Hanura (3), PKS (2), NasDem dan PKPI masing-masing satu kursi. Meski waktu itu menjabat sebagai Ketua Golkar Siak, Syamsuar tak diusung Partai Golkar karena ada dualisme kepengurusan. Meski demikian, semua kader Golkar solid mendukung Syamsuar-Alfedri di Pilkada Siak. 

Di Pilgubri 2018, pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution diusung PAN (7 kursi), PKS dan NasDem masing-masing 3 kursi di DPRD Riau. Pasangan ini secara mengejutkan mampu mengalahkan petahana Andi Rahman-Suyatno, Firdaus-Rusli Efendi dan Lukman Edy-Hardianto.

Sebelum dilantik sebagai Gubernur Riau terpilih yang dijadwalkan 19 Februari 2019, Syamsuar sudah menyampaikan pengunduran dirinya di sidang paripurna DPRD Siak pada Senin, 4 Februari 2019. 

Apabila Syamsuar resmi dilantik sebagai Gubernur Riau, posisi Bupati otomatis dijabat Wakil Bupati Alfedri. Dia juga Ketua PAN Siak. Tentunya, posisi Wabup Siak menjadi rebutan bagi Hanura, PKS, NasDem dan PKPI. Sebab, posisi Bupati sudah dijabat Ketua PAN Siak. 

Menarik disimak. Siapa sosok yang layak mendampingi Alfedri, hingga masa jabatan berakhir tahun 2021 mendatang. Selain nama Hendri Munief dari PKS, Sekdakab Siak Tengku Said Hamzah dan Ketua DPRD Siak Indra Gunawan (kader Golkar) disebut-sebut kandidat kuat untuk mendapatkan posisi Wabup Siak. Sayangnya, ketiga kandidat ini belum mau berkomentar saat diwawancarai Riau1.com, terkait munculnya nama mereka sebagai calon Wabup Siak.