Rabu, 20 Februari 2019

POLITIK

Kubu Prabowo Sindir Jokowi Angkat Jaksa Agung dari Partai Politik

news24xx


Calon Presiden Prabowo Subianto. Foto: tempo.co Calon Presiden Prabowo Subianto. Foto: tempo.co

RIAU1.COM - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Syafi'i, menyindir kebijakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam bidang penegakan hukum. Syafi'i menuding keputusan hukum di era Jokowi selalu bernuansa politik, salah satunya pemilihan pimpinan lembaga penegak hukum.

"Kami tidak akan melanjutkan kesalahan yang sama yaitu mengangkat aparat penegak hukum dari kader partai seperti yang dilakukan rezim hari ini," kata Syafi'i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019, dikutip dari tempo.co.



BACA JUGA : Masalah Lahan Debat Capres, BPN Sebut Prabowo Biayai Jokowi di Pilkada DKI

Hal ini diungkapkan Syafi'i saat ditanya soal beredarnya gambar lima orang yang disebut-sebut akan menjadi kandidat Jaksa Agung jika Ketua Umum Gerindra itu memangi Pilpres 2019.

Lima orang itu adalah mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto dan Chandra M. Hamzah, mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas, penyidik KPK Novel Baswedan, dan ahli hukum Todung Mulya Lubis. Gambar lima orang itu beredar dengan tulisan judul "Kandidat Jaksa Agung di Pemerintahan Prabowo-Sandi".



BACA JUGA : Gelar Istigasah dan Tabligh Akbar di Siak, Jutaan Warga NU Riau Siap Menangkan Jokowi - Ma'ruf Amin

Syafi'i mengatakan kubu mereka belum membahas ihwal orang per orang yang akan menempati posisi tertentu. Dia juga enggan berkomentar soal cocok tidaknya kelima orang itu menjadi kandidat Jaksa Agung.

Menurut politikus Partai Gerindra ini, masih ada kemungkinan nama-nama lain untuk menjadi kandidat pemimpin korps Adhyaksa itu. Yang jelas, Syafi'i menuturkan penunjukan Jaksa Agung dari partai politik adalah kesalahan besar pemerintahan Jokowi.