Senin, 17 Juni 2019

POLITIK

Sempat Diperiksa Bawaslu, Anies Baswedan Apresiasi Dukungan Masyarakat Terkait Kasus Salam Dua Jari

news24xx


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

RIAU1.COM - Kasusnya sempat diperiksa Bawaslu terkait salam dua jari. Namun banyak yang memberikan dukungan moral kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan atas hal itu. 

Meski demikian, seperti dilansir Antara, Jumat, 11 Januari 2019, Dia mengapresiasi respon masyarakat berupa dukungan moral terkait kasus lambang "dua jari" sehingga menyebabkan pemeriksaan dirinya di Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Senin.


"Saya mengapresiasi semua respon masyarakat dan kita semua berharap Pemilu Pilpres lebih fokus pada hal - hal substantif.  Bukan hal - hal yang minor seperti ini," kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Jumat.


BACA JUGA : Kivlan Zen Kembali Diperiksa Terkait Aliran Dana dari Politisi PPP Habil Marati

 
Hal tersebut terkait banyaknya komentar dukungan pada Anies di media sosial yang menyatakan langkah yang dilakukan dianggap tidak adil, sementara ada beberapa kepala daerah yang mengacungkan jari sebagai dukungan kepada pasangan nomor 01, Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin dan belum dipanggil Bawaslu.

Menurutnya, harusnya Pilpres lebih fokus pada hal - hal substantif karena akan menentukan arah perjalanan bangsa. 

Hal - hal seperti dialaminya sebenarnya tak perlu menjadi fokus percakapan. 

"Tapi sekarang, malah jadi fokus percakapan, harusnya nggak usah. Nanti kita lihat hasilnya," kata Anies.


BACA JUGA : Menjadi Tersangka Makar, Mantan Kapolda Metro: Saya Tak Tahu Salah Apa

 
Anies melakukan klarifikasi mengacungkan "dua jari" pada konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat, pada Senin (17/12).

"Saya tadi dipanggil untuk pemeriksaan klarifikasi oleh Bawaslu Kabupaten Bogor. Pemanggilannya untuk tanggal 3 Januari," kata Anies.

Bawaslu Bogor akhirnya bersedia untuk melakukannya di Jakarta, sehingga secara transportasi memudahkan karena banyaknya kesibukan di Jakarta.

R1/Hee