Senin, 19 November 2018

PEKANBARU

81 Orang Pengedar Narkoba di Pekanbaru Digulung Polisi, 10 Kg Sabu dan 30.810 Butir Ekstasi Disita

news24xx


Salah satu barang bukti Narkoba yang disita jajaran Polresta Pekanbaru selama digelarnya Operasi Antik 2018 (Foto: Dokumen Riau1.com/Hadi) Salah satu barang bukti Narkoba yang disita jajaran Polresta Pekanbaru selama digelarnya Operasi Antik 2018 (Foto: Dokumen Riau1.com/Hadi)

RIAU1.COM -81 orang berhasil diringkus dalam operasi kewilayahan bersandi Antik 2018 yang digelar Polresta Pekanbaru dan jajaran Polsek selama 21 hari. Sasaran operasi tersebut adalah pelaku peredaran gelap Narkoba.

Kini ke 81 orang tersebut sudah dijebloskan ke jeruji besi dan terancam hukuman berat. Operasi Antik tersebut, digelar polisi sejak 10 Oktober hingga 31 Oktober 2018. Ini juga melibatkan jajaran Polsek di Kota Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto menuturkan, ads 62 kasus terkait Narkoba yang ditangani selama operasi digelar, dengan total tersangka 81 orang. Dari tangan mereka, polisi menyita berbagai jenis Narkotika, mulai dari Sabu, Ekstasi hingga daun ganja.

"Total barang bukti yang disita antara lain 10 Kilogram Sabu, Ekstasi sebanyak 30.810 butir serta 101 gram Ganja. Jumlah pengungkapan dan barang bukti itu jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya," sebut Susanto di ruangannya, Rabu (7/11/2018) siang.

Kota Pekanbaru, lanjut dia, menjadi transit dari peredaran Narkoba sebelum dikirim ke provinsi lainnya, semisal Palembang. "Hanya sebagian kecil yang diedarkan di sini, sisanya dibawa ke daerah lain," yakinnya.

Pihaknya juga sudah memetakan daerah mana yang paling rawan terhadap peredaran Narkoba. Dengan begitu, upaya pencegahan dapat dilakukan guna memangkas penyebaran barang haram ini.

"Dari pemetaan kita, wilayah Senapelan menjadi tempat paling rawan peredaran narkoba. Kita maksimalkan upaya penindakan," pertegas Kombes Susanto.

Dari serentetan pengungkapan selama Operasi Antik 2018 tersebut, kepolisian di Pekanbaru juga berhasil mengungkap Narkoba kemasan baru. Ini diduga trik licik para bandar untuk mengelabui aparat berwajib.

"Ada ditemukan, isinya sama, komposisi sama cuma kemasan dan tampilannya baru. Tujuannya untuk disamarkan. Kemasannya dibuat sendiri di daerah Surabaya. Kasus ini kita ungkap saat tertangkapnya kurir Narkoba oleh Avsec Bandara waktu lalu," ucapnya.

Diketahui, jaringan peredaran Narkoba tersebut masuk ke Pekanbaru menggunakan jalur darat. Jika dilihat kemasannya, barang haram itu dari luar negeri yang masuk melalui perairan, berlanjut ke pelabuhan tikus (Non resmi).