Minggu, 22 September 2019

PEKANBARU

Astaga, Kualitas Udara di Pekanbaru Tembus Level Sangat Tidak Sehat, Bau Asap Sampai Dalam Rumah

news24xx


Kualitas udara di Pekanbaru dalam level sangat tidak sehat, seperti dalam situs resmi bmkg.go.id Kualitas udara di Pekanbaru dalam level sangat tidak sehat, seperti dalam situs resmi bmkg.go.id

RIAU1.COM -Memasuki siang hari, Kamis 12 September 2019, kualitas udara di Kota Pekanbaru Provinsi Riau terus mengalami penurunan akibat paparan kabut asap, dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda.

Menurut situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di bmkg.go.id dipaparkan, kualitas udara (Pm10) di Pekanbaru sudah pada level sangat tidak sehat dengan angka 263.16 (pada pengamatan pukul 10.35 WIB).

Jika angka tersebut terus meningkat, bukan tidak mungkin kualitas udara makin memburuk dan masuk level berbahaya yang berada pada angka kisaran 350 ke atas.

Atas kondisi kualitas udara yang berada pada level sangat tidak sehat tersebut, tentunya akan berdampak pada kesehatan masyarakat yang berada di wilayah tersebut.



BACA JUGA : Ribuan Peserta Bakal Ramaikan Gowes Nusantara Etape Pekanbaru Smartcity II Besok Pagi

Iklan Riau1

Bahkan bau asap juga masuk ke dalam rumah, seperti diungkapkan ibu rumah tangga bernama Ira, warga Kota Pekanbaru. "Bau asap di dalam rumah sejak pagi, meski jendela dan pintu tidak dibuka," terangnya.

"Sampai siang ini juga asapnya masih pekat dan berbau," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dirilis Kamis pagi tadi, ada peningkatan titik panas atau hotspot di Provinsi Riau. Hasil pengamatan, titik panas di Riau sudah mencapai angka 279 titik.



BACA JUGA : Cerita dr Arnita, Terima Bayi Dengan Paru-paru Berasap Sampai Bocah Membiru

279 titik panas ini berlevel confidence (tingkat kepercayaan, red) di atas 50 persen dan tersebar disembilan kabupaten di Riau. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan Rabu sore lalu, di mana hanya berjumlah 37 titik panas.

Dirincikan, enam hotspot terdapat di Bengkalis, tujuh di Kabupaten Kampar, 14 titik di Kuansing, 31 lainnya dk Rohil, tiga hotspot di Rohul, satu di Kabupaten Siak dan 26 titik panas di Inhu.

Adapun titik panas paling mendominasi, adalah di Inhil dan Pelalawan. Di Inhil saja, titik panas mencapai jumlah 141 titik, sedangkan di Pelalawan berjumlah 50 hotspot.





Loading...