Selasa, 23 Juli 2019

PEKANBARU

Jembatan Siak IV Pekanbaru Dibuka Kembali Dinihari Pasca Tawuran, Begini Kondisi Terkini...

news24xx


Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto saat memimpin sterilisasi area tawuran, dekat Jembatan Siak IV pada Kamis malam (Foto:Riau1) Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto saat memimpin sterilisasi area tawuran, dekat Jembatan Siak IV pada Kamis malam (Foto:Riau1)

RIAU1.COM -Jembatan Siak IV yang menghubungkan pusat Kota Pekanbaru dan Kecamatan Rumbai Pesisir serta Rumbai kembali dibuka dan dapat dilewati pengendara, Jumat 17 Mei 2019 dinihari.

Sebelumnya, jembatan megah itu ditutup kepolisian pasca terjadinya tawuran antara pemuda kampung Pesisir dan Bomlama, Kamis malam. Pengendara pun dialihkan melalui jalan alternatif.

Tak hanya akses jembatan, jalan penghubung yang berada di Kecamatan Rumbai Pesisir tempat tawuran terjadi juga sudah bisa dilewati. Sebelumnya lokasi itu disterilkan aparat berwajib usai tawuran terjadi.

Pantauan Riau1.com, puluhan personel polisi yang dikerahkan ke lokasi juga sudah ditarik mundur. Sebagian lainnya tampak masih berjaga-jaga mengantisipasi tawuran susulan.



BACA JUGA : Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi Temani Orang Tua Naik Haji, Mendagri Beri Izin 40 Hari

Adapun ruas jalan tersebut gelap gulita, lantaran tidak ada lampu penerangan. Tampak dibeberapa titik, batu dan kayu masih berserakan sisa-sisa tawuran yang terjadi pada Kamis malam.

Menurut kepolisian, empat orang dilaporkan terluka dalam kericuhan tersebut. Korban kini sudah dirawat di rumah sakit, karena terluka oleh senjata tajam.

Sementara di sekitar daerah Pesisir, tampak warung-warung masih buka. Namun tidak ada konsentrasi massa yang berkumpul. Sebelumnya polisi sudah mensterilkan daerah ini dan membubarkan orang-orang yang bergerombol.



BACA JUGA : Wawako Ayat Cahyadi Sebut Anak Jalanan di Lampu Merah Bukan Warga Pekanbaru

Begitu pula di daerah Bomlama, kondisinya cukup lengang. Di sini aparat berwajib juga melakukan sterilisasi area dan membubarkan kelompok massa yang berkumpul-kumpul, guna mencegah tawuran susulan.

Dalam kejadian itu, pihak berwajib mengamankan belasan botol molotov, kayu hingga senjata tajam yang ditenggarai digunakan tawuran oleh kedua kelompok massa tersebut.