Jumat, 18 Oktober 2019

PEKANBARU

Terlambat Dilarikan ke Rumah Sakit, Bocah 6 Tahun Tewas Akibat DBD di Pekanbaru

news24xx


Ilustrasi DBD. Ilustrasi DBD.

RIAU1.COM -Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru, Riau. Pasalnya, si bocah terlambat dilarikan ke rumah sakit.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi, Kamis (18/4/2019).

"Korban meninggal dunia akibat DBD ini terjadi di Kecamatan Sukajadi. Diduga, korban meninggal lantaran terlambat penanganannya oleh keluarga," katanya.

Awalnya, si bocah menderita panas tinggi akibat gejala DBD. Tapi, si bocah tidak dibawa berobat ke puskesmas terdekat setelah tiga hari menderita panas.



BACA JUGA : Dishub Pekanbaru Terus Kawal dan Tata Operasional Bus TMP Sesuai Perjanjian dengan Kemenhub

Iklan Riau1

"Hari keempat, si bocah laki-laki ini dilarikan ke rumah sakit di hari keempat. Si bocah meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit," jelas Maisel.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Pekanbaru, 86 kasus DBD diderita oleh anak laki-laki. Sedangkan 80 kasus DBD diderita perempuan.

"Untuk anak-anak, mereka yang rawan terserang DBD berusia antara 5 hingga 9 tahun sebanyak 43 kasus. Sedangkan anak berusia antara 10-14 tahun mencapai 32 kasus," papar Maisel.



BACA JUGA : Rencana Bangun Pabrik CPO, Wali Kota Pekanbaru Pertemukan Calon Investor Korsel dengan Mitra Lokal

Atas kasus DBD di atas, maka warga Pekanbaru diminta melakukan pencegahan. Warga Pekanbaru diminta tidak mengandalkan Dinkes.

Di sisi lain, Dinkes Pekanbaru sudah mengedukasi masyarakat melalui puskesmas. Edukasi itu berupa pengaktifan satu rumah satu kader jumantik.

"Saat ini, DBD merupakan penyakit tertinggi di Pekanbaru. Kami juga meminta warga melakukan 3M Plus dan pemberantasan sarang nyamuk," sebut Maisel.

Dinkes Pekanbaru mencatat serangan DBD yang menjangkiti warga hingga pekan ke-15 di 12 kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Sukajadi 28 kasus, Kecamatan Senapelan 11 kasus, Kecamatan Pekanbaru Kota 4 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 7 kasus, Kecamatan Rumbai 9 kasus, Kecamatan Limapuluh 10 kasus, Kecamatan Sail 9 kasus, Kecamatan Bukit Raya 9 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 21 kasus, Kecamatan Tenayan Raya 14 kasus, Kecamatan Tampan 22 kasus, dan Kecamatan Payung Sekaki 22 kasus.





Loading...