Rabu, 20 Februari 2019

PEKANBARU

Dua Pagar SD Roboh dalam Hitungan Bulan, Dewan Panggil Kepala Disdik Kota Pekanbaru Pekan Ini

news24xx


Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Zulfan Hafiz. Foto: Surya/Riau1. Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Zulfan Hafiz. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menjadwalkan agenda rapat dengar pendapat (hearing) dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal dalam pekan ini. Salah satu hal yang dipertanyakan adalah mengenai pagar yang roboh di dua sekolah dasar.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Zulfan Hafiz saat ditemui Riau1.com usai hearing dengan sejumlah honorer Disdik Pekanbaru, Senin (11/2/2019), mengatakan, pagar sekolah yang roboh yang sudah kali terjadi. Pertama di SDN 141 Pekanbaru. Musibah yang kedua terjadi di SDN 121 Pekanbaru.

"Pemerintah harus serius. Kami akan hearing dengan Disdik dalam minggu ini," tegasnya.

Penanganan serius haru dilakukan karena bangunan SD dan SMP banyak yang sudah tua. Apalagi, ada bangunan yang tidak terdata sekali.



BACA JUGA : Dua Tahun Hidup di Pekanbaru, Seorang Pengungsi Asing Minta Pulang ke Afganistan

"Kami minta kepala SD dan SMP mendata sarana dan prasarana yang ada di sekolah dalam kondisi terakhir. Kirimkan datanya ke Disdik," ucap Zulfan.

Data tersebut harus dilampirkan dan diteruskan Disdik Pekanbaru ke Komisi III DPRD Pekanbaru.

"Supaya, kami anggarkan setiap tahunnya. Kami juga bisa minta bantuan Pemprov Riau, termasuk lobi-lobi ke pemerintah pusat," sebut Zulfan.



BACA JUGA : 3.000 Pengunjung Nikmati Atraksi Barongsai dan Pesta Kembang Api Perayaan Cap Go Meh di KTM Pekanbaru

Anggaran renovasi untuk SD dan SMP ini agar kejadian yang sama tidak terulang lagi ke depannya. Semua pihak juga diminta mawas diri.

"Saya juga minta semua wali murid dan orang tua melaporkan tentang sarana dan prasaran sekolah anaknya," pinta Zulfan.

Untuk diketahui, pagar tembok SDN 141 Pekanbaru roboh pada 14 November 2019 lalu. Sekolah ini berada di Jalan Tengku Bey. Kejadian kedua terjadi pada 7 Februari 2019 lalu.

Seorang bocah kelas III, M Salman Faisal tertimpa pagar. Nyawa si bocah berhasil diselamatkan. Ia menderita gegar otak medium dengan kondisi retak tengkorak belakang hingga pipi kanan.