Rabu, 20 Februari 2019

OLAHRAGA

Sorot Tristan Koskor, Syafrianto Rusli: Semen Padang FC Butuh Penyerang yang Matang

news24xx


Tristan Koskor saat menjalani latihan bersama skuad Semen Padang FC Tristan Koskor saat menjalani latihan bersama skuad Semen Padang FC

RIAU1.COM - Berposisi sebagai penyerang, bomber asing asal Estonia Tristan Koskor cukup menjadi perhatian Pelatih Kepala Semen Padang FC (SPFC), Syafrianto Rusli untuk persiapan tim menghadapi Liga 1 musim 2019.

Pemain berusia 23 tahun itu menjadi sorotan. Sebab, Koskor tidak akan mudah bersaing dengan striker matang, baik itu striker lokal maupun striker asing. Ditambah lagi, ini pertama kalinya bermain di Indonesia.



BACA JUGA : KONI Riau Upayakan Venue Biliar Eks PON di Purna MTQ Pekanbaru untuk Latihan Atlet

Syafrianto Rusli mengatakan, Tristan Koskor memiliki kemampuan apik dan juga punya prospek bagus untuk berkembang dan menjadi striker jempolan. "Dia memiliki prospek bagus untuk berkembang ke depannya," kata Syafrianto dilansir Bola.com.

"Namun, ada plus minus antara pemain matang dengan pemain muda. Paling kontras adalah pengalaman bermain dan jam terbang. Dalam hal ini, pemain 23 tahun tentu tidak sama dengan yang berusia 27 atau 28 tahun," tuturnya.

Syafrianto menambah, untuk mengarungi Liga 1 2019, tim Kabau Sirah membutuhkan penyerang yang matang dan memiliki pengalaman serta jam terbang yang cukup.

"Untuk kompetisi yang ketat seperti Liga 1, kami tentunya membutuhkan pemain yang memiliki pengalaman dan punya jam terbang, terutama pemain asing. Walau begitu, kami berharap Tristan bisa cepat beradaptasi dengan gaya permainan Semen Padang," sebutnya.



BACA JUGA : Dortmund Kian Terperosok Usai Ditahan Imbang Nuremberg


Dikatakannya, permasalahan adaptasi tidak hanya dialami Tristan Koskor saja, namun tiga pemain asing SPFC lainnya, seperti Nildo Victor Juffo, Mario Barcia dan Shukurali Pulatov juga mengalami hal serupa.

"Kami memahami hal itu (adaptasi), mengingat mereka baru kali pertama bermain di Indonesia dan bahkan Asia Tengggara. Kami memberikan waktu satu bulan untuk adaptasi bagi mereka," tukasnya.