Senin, 19 November 2018

NASIONAL

Inilah Mukjizat Dalam Proses Identifikasi Parakorban Lion Air JT 610

news24xx


istimewa (ant) istimewa (ant)

RIAU1.COM -Jakarta-Saat ini, tim Disaster Victim Investigation (DVI) RS Polri Raden Said Sukanto dan gabungan telah mengidentifikasi tujuh penumpang Lion Air JT 610 dari total 189 korban.

Ketujuh penumpang yang teridentifikasi, yakni Jannatun Cintya Dewi, Candra Kirana, Monni, Hizkia Jorry Saroinsong, Endang Sri Bagusnita, Wahyu Susilo, dan Fauzan Azima.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban Lion Air JT 610 yang berhasil teridentifikasi melalui hasil sidang rekonsiliasi pencocokan data postmortem dari jenazah korban yaitu data primer sidik jari, data antemortem dari keluarga dan pihak lainnya sebagai data sekunder seperti tanda medis dan properti yang dibawa.

Sila Fenita yang merupakan orang tua penumpang Lion Air yang teridentifikasi atas nama Hizkia Jorry Saroinsong, menyatakan proses identifikasi putranya merupakan mukjizat dari Tuhan.

"Buat saya itu suatu mukjizat di antara sekian banyak, hanya satu tangan saja yang teridentifikasi. Itu menyatakan Tuhan baik buat saya, buat keluarga saya. Jadi terpuji nama Tuhan Yesus, itu saja," tutur Sila Fenita.

Sila menyatakan hal itu lantaran jenazah putranya hanya menyisakan beberapa bagian tubuh, seperti lengan kanan dengan tiga jarinya yakni ibu jari, telunjuk, dan kelingling.

Namun melalui kerja keras tim DVI RS Polri Raden Said Sukanto mampu mengidentifikasi korban melalui sidik jari yang memiliki kecocokan 14 titik dengan data antemortem.

Tim DVI menggunakan beberapa data primer untuk mengidentifikasi penumpang Lion Air, seperti sidik jari, susunan gigi dan DNA, kemudian data sekunder yakni tanda medis berupa tato dan bekas operasi, serta properti yang dibawa dan data pendukung lainnya.

Hizkia yang berusia 23 tahun berjenis kelamin laki-laki, berhasil teridentifikasi melalui sidik ibu jari, telunjuk dan kelingking tangan kanan yang dicocokkan dengan sistem KTP Elektronik melalui mesin 'Mambis dan INAFIS portable'.

Saat ini, tim DVI Polri telah mengambil 255 sampel fisik khas korban sebelum meninggal (antemortem) dari keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dan 183 di antaranya untuk pemeriksaan DNA.

Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kombes Polisi Haryanto menyebutkan dari 255 antemortem yang didapat dari Pangkal Pinang sebanyak 43 dan dari RS Polri mencapai 212 telah dikerucutkan menjadi 189 antemortem.

"Dari 189 antemortem yang diambil DNA, terkumpul 183. Jadi, sepertinya sudah semua diambil. Ada selisih karena ada penumpang satu keluarga. Jadi, antemortem hanya satu. Jadi, sudah komplet sebenarnya,"sebut Haryanto seperti diberitakan antaranews.com Senin (05/11/18) pagi tadi.

Tim forensik RS Polri telah menerima 105 kantong jenazah penumpang Lion Air JT 610 dan tengah mengidentifikasi 32 kantong yang tiba pada Sabtu (3/11) malam.

Semoga kerja keras Tim DVI Polri bisa mengurai dan mengindentifikasi semua korban sehingga keluarga yang ditinggal dapat menerimanya dengan hati lapang.

R1/Toni