Sabtu, 17 November 2018

NASIONAL

Industri Migas Tak Kebal Dari Teknologi Digital

news24xx


GM external Affair PT CPI, Winu Adiarto GM external Affair PT CPI, Winu Adiarto

RIAU1.COM -Sama seperti industri lainnya, sektor migas juga tak luput dari perkembangan teknologi informasi. 

Merujuk riset Accenture tahun 2017, hampir dua pertiga perusahaan pengolahan minyak dan gas bumi (migas) berencana bakal meningkatkan investasi digital dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Meski begitu,
 transformasi digital belum menjadi faktor investasi utama untuk perusahaan pengolah minyak. 

Menurut GM external Affair PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Winu Adiarto, pihaknya telah melakukan adopsi penerapan teknologi informasi kekinian atau digital refinery dalam beberapa tahun belakangan.

"Sekarang operasional kita memang terbantu oleh teknologi semacam itu. Kita punya yang namanya support center berbasis teknologi terkini. Jadi semua operasi di lapangan itu bisa kita monitor, dan analisa perminggu perbulan dan seterusnya," sebutnya kepada Riau1 dalam bincang-bincang media bersama SKK migas, Kamis (8/11/2018).

Penerapan teknologi, kata Winu, merupakan andalan utama perusahaan minyak untuk melakukan efisiensi. Hal itu dapat menghemat waktu dan biaya yang dibutuhkan perusahaan dalam melakukan pemantauan  area operasi kerja.

"Kalau dulu untuk pengecekan kerusakan atau masalah lainya di area produksi, kita mesti ke lapangan dulu. Nah kalau sekarang dengan teknologi lebih kepada deteksi dini. Jadi memang efesien untuk menjaga kestabilan produksi" sambungnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Hanif Rusjdi, menyebut penerapan teknologi dalam operasional blok minyak diserahkan sepenuhnya kepada perusahan minyak. Kendati begitu SKK migas tetap mendapatkan informasi tentang penerapanya.

"Kalau soal adopsi teknologi misal digital refinery, itu diserahkan kepada perusahaan masing-masing. Hanya kita tetap diberi tahu tentang teknologi apa yang bakal digunakan," pungkasnya.

R1/feb