Minggu, 16 Desember 2018

NASIONAL

Gempa 5,3 SR Guncang Mataram, Pegawai dan Anak Sekolah Berhamburan ke Luar Gedung

news24xx


Ilustrasi kerusakan akibat gempa Lombok beberapa waktu lalu.  Ilustrasi kerusakan akibat gempa Lombok beberapa waktu lalu.

RIAU1.COM - Gempa berkekuatan 5,3 SR mengguncang Mataram, NTB, Kamis, 6 Desember 2018 pukul 08.02 pagi. 

Pegawai kantor dan anak anak sekolah berhamburan ke luar gedung sambil berteriak gempa gempa. 

Gempa bumi Kamis pagi ini berpusat di barat laut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

"Gempa ini terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust),"  kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, seperti dilansir Antara. 


BACA JUGA : BMKG Himbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi Dampak Siklon Tropis Kenanga di Laut Bengkulu


Dalam pernyataan tertulis, dia menjelaskan gempa pukul 08.02 WIB yang semula dideteksi bermagnitudo 5,7 namun kemudian dimutakhirkan menjadi 5,3 itu merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Rahmat.

Gempa yang berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer itu menurut BMKG menimbulkan guncangan kuat yang dirasakan semua orang (VI MMI) di daerah Lombok Utara, serta dirasakan oleh hampir semua orang dan membuatu barang-barang terjatuh di Lombok Barat dan Mataram (V MMI).

Di Lombok Tengah dan Lombok Timur, getaran gempa dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah (IV MMI), sementara Denpasar getaran gempa terasa seperti ada truk sedang melintas (III-IV MMI0.


BACA JUGA : Gunung Soputan Minahasa Tenggara Tiga Kali Meletus Minggu Dini Hari Tadi

 
Getaran gempa juga dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda digantung bergoyang (II-III MMI) di Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Kuta.

Di Mataram, gempa membuat para pegawai pemerintah berhamburan keluar kantor dan memicu sekolah-sekolah memulangkan murid lebih awal.

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa bumi yang menurut BMKG tidak berpotensi menimbulkan tsunami tersebut.

R1/Hee