Kamis, 14 November 2019

NASIONAL

Kisah Sehidup Semati Habibie-Ainun Akan Selalu Dikenang

news24xx


BJ Habibie saat berziarah ke makam Ainun. Foto: Detik.com. BJ Habibie saat berziarah ke makam Ainun. Foto: Detik.com.

RIAU1.COM -Perjalanan hidup almarhum BJ Habibie tak pernah lepas dari kisah cintanya dengan mendiang istri Hasri Ainun Besari atau yang biasa dipanggil Hasri Ainun Habibie. Kisah 'sehidup semati' mereka pun akan selalu dikenang oleh khalayak luas.

Pada Rabu (11/9/2019), Habibie dapat melepas rindu bersama sang istri. Presiden RI ke-3 itu meninggal dunia di usia 83 tahun. Ia disebut memiliki masalah jantung yang sudah diidapnya sejak usia muda.

"Alasan kenapa meninggal adalah karena sudah menua dan memang kemarin kan saya katakan bahwa gagal jantung yang mengakibatkan karena penuaan itu karena memang orang menjadi tua. Organ-organ itu melemah menjadi tidak kuat lagi," jelas anak bungsu Habibie, Thareq Kemal Habibie dikutip dari Detik.com.



BACA JUGA : Akibat Isu Pesugihan, Karyawan Geprek Bensu Buru-Buru Ingin Resign

Iklan Riau1

Masalah jantung yang pernah dialami Habibie adalah kebocoran klep jantung pada tahun 2018 sehingga membuatnya dirawat di salah satu rumah sakit di Munchen, Jerman. Kebocoran klep jantung merupakan kondisi di mana klep jantung tidak berfungsi dengan baik, tidak menutup dan tidak kembali seperti semula.

Sementara itu, istrinya Ainun meninggal pada 22 Mei 2010 pada usia 72 tahun di Munchen, Jerman karena kanker ovarium setelah menjalani sembilan kali operasi.

Dikutip dari Mayo Clinic, kanker ovarium adalah jenis kanker yang menyerang ovarium, yakni tempat sel telur berkembang serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Setiap wanita memiliki dua ovarium, di bagian kanan dan kiri rahim.



BACA JUGA : Perangi Perusahaan Penyebab Karhutla, Guru Besar IPB Ini Raih Penghargaan Bergengsi

Biasanya kanker ovarium tidak terdeteksi hingga menyebar ke bagian perut dan pinggul karena tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Gejalanya biasanya muncul saat stadium lanjut, meliputi perut kembung atau bengkak, cepat merasa kenyang, penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, nyeri di daerah panggul, perubahan buang air besar seperti sembelit, dan sering buang air kecil.

Karena gejalanya kerap muncul di stadium lanjut, ini yang menyebabkan kanker ovarium sulit disembuhkan.

Habibie pun rencananya akan dimakamkan di samping makam Ainun. Selamat jalan Bapak Teknologi Indonesia, dan selamat melepas rindu bersama istri tercinta.





Loading...