Minggu, 22 September 2019

NASIONAL

UAS Dilaporkan ke Polisi, MS Kaban Sebut Masyarakat Melayu Riau Tak Diam

news24xx


Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang MS Kaban. Foto: Liputan6.com. Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang MS Kaban. Foto: Liputan6.com.

RIAU1.COM -Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban menanggapi persoalan pelaporan kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh ormas di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena diduga telah menistakan agama kristen.

Kaban mengatakan, mempolisikan UAS atas tuduhan tersebut dinilainya sebuah kondisioning membangkitkan ghirah keimanan. Mantan Menteri Kehutanan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itupun juga mengingatkan tentang gelar Datuk Sri Ulama Setia Negara. Dia mengatakan ustaz yang berasal dari Riau tersebut, para kaumnya tidak akan tinggal diam.

"Mempolisikan UAS dgn tuduhan penistaan agama, ini adalah sebuah kondisioning membangkitkan Ghirah keimanan, terima kasih pd saudara2 yg mempolisikan UAS. Ingat UAS Datuk Sri Styanegara, kaumnya tidak mungkin diam. Ghirah riau, ghirah melayu tak melayu kalau bukan islam," cuit Kaban di akun Twitternya, Minggu (18/8/2019).



BACA JUGA : BPJS Ketenagakerjaan Bidik Juru Parkir sebagai Peserta Baru

Iklan Riau1

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad sendiri sudah memberikan klarifikasi atas pelaporan tersebut. Ustaz Somad mengatakan jika video tersebut merupakan kajian internal yang telah di potong dengan tujuan agar umat Islam paham tentang hukum patung.

''Ada orang islam yang memotong-motong video itu. Dia mem-posting. Tujuannya supaya orang paham tentang hukum patung. Jadi, ini untuk internal saja (umat Islam --Red),'' kata UAS dilansir dari Republika.co.id.



BACA JUGA : Langit Berubah Merah, Karhutla di Jambi Bikin Suasana Jadi Mengerikan

UAS sendiri belakangan mengetahui bahwa video tersebut tersebar melalui jejaring internet. Karena itu, katanya, orang-orang non-Muslim pun mungkin saja mengaksesnya. Padahal, sekali lagi, sasaran dakwahnya semata-mata adalah kaum Muslimin.

''Video itu sampai ke grup Katolik. Mereka posting di instagram-instagram mereka, jadi ramai,'' kata UAS.





Loading...