Jumat, 20 September 2019

NASIONAL

Mohammad Hatta, Wakil RI 1 Yang Tak Pernah Kenal Sang Ayah

news24xx


Muhammad Hatta (Foto: Istimewa/Internet) Muhammad Hatta (Foto: Istimewa/Internet)

RIAU1.COM - Dalam buku karangan Mavis Rose yang berjudul Indonesia Merdeka Biografi Politik Mohammad Hatta halaman 1 dijelaskan bagaimana kisah kehidupan dari Wakil Presiden pertama Indonesia ini saat ditinggal mati sang ayah, Haji Jamil.



BACA JUGA : Hutan dan Lahan di Kalimantan Sengaja di Bakar

Iklan Riau1

Tulisan ini kami kutip tepat disaat Indonesia memperingati hari kemerdekaannya, 17 Agustus 2019. Mavis menuliskan bahwa Hatta tidak pernah mengenal sang ayah karena meninggal dunia kurang dari 12 bulan sejak kelahirannya 12 Agustus 1902 di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi).

"Hatta tidak pernah memperoleh kesempatan untuk mengenal ayahnya yang meninggal hanya delapan bulan sejak kelahirannya," tulisnya.

Demi mengenang kematian sang ayah, Hatta diriwayatkan pernah menuliskan "Ketika saya masih anak-anak, ada kepercayaan di kalangan rakyat Minangkabau bahwa jika seorang anak lelaki menyerupai ayahnya, salah seorang di antaranya akan kalah dan meninggal cepat".

Kematian ayahnya menurut Marvis membuat Hatta yang dilahirkan oleh anak lelaki dari seorang ulama dan cucu seorang pemimpin tarekat yang terkenal membuatnya menjauh perlahan dari pengaruh komunitas tarekat dan masuk dalam lingkungan perkotaan Bukittinggi.

Itu karena sang ibu, Siti Saleha kemudian menikah lagi dengan pria bernama Haji Ning. Seorang pengusahaan sukses yang mengandalkan perniagaan dari hasil ekspor.

Selain itu Haji Ning juga seorang pengusaha kayu, bisnis angkutan sampai kontrak pos pemerintah yang membuat Hatta tumbuh dewasa bergelimangan harta.


BACA JUGA : Resmi, Veronica Koman Kini Berstatus Buronan Polisi


Kemudian Hatta mengenyam pendidikan formal dan sempat berpindah-pindah di sekolahan seperti enam bulan di sekolah swasta, kemudian pindah ke sekolah rakyat, lalu pindah ke ELS di Padang kemudian melanjutkan ke Mulo hingga dirinya mengenal pedagang-pedagang yang masuk anggota Serikat Usaha dan juga aktif dalam Jong Sumatranen Bond menjabat sebagai bendahara ketika bersekolah di Prins Hendrik School di Jakarta.

 





Loading...