Kamis, 21 Maret 2019

NASIONAL

Dikejutkan Isu Tsunami, Warga Sibolga dan Tapteng Berhamburan ke Luar Rumah

news24xx


Ilustrasi kerusakan tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu.  Ilustrasi kerusakan tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu.

RIAU1.COM - ) - Masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah dikejutkan dengan adanya isu tsunami Kamis dinihari, 10 Januari 2019.

Sehingga warga berhamburan ke luar rumah. 

Namun isu tsunami itu dibantah BMKG setempat. 

Seperti dikutip Riau1.com dari Antaranews.com, Kamis, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan sensor BMKG tidak mencatat adanya aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya sehingga masyarakat diminta tidak mempercayai isu tsunami yang beredar pada Kamis (10/1).


BACA JUGA : Video Viral Air Laut Terbelah di Suramadu, Ini Penyebabnya

 
"Kami segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat dimana hasilnya tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya," kata Rahmat dalam pesan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan Rahmat untuk menjawab kekhwatiran warga Sibolga dan Tapanuli Tengah yang mendadak berhamburan dari rumah pada Kamis dini hari terkait adanya isu tsunami.

Selain itu, hasil pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumatera Utara yaitu di Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tello, dan Tanabala tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan namun hanya gejala normal pasang surut harian .
 

BACA JUGA : Viral di Medsos, Air Laut Terbelah di Bawah Jembatan Suramadu Jawa Timur

 
Dia mengatakan, BMKG juga melakukan pengamatan lapangan oleh BMKG Pinangsori, Sibolga dan BMKG Nias dan hasilnya tidak didapatkan adanya gejala peristiwa tsunami.

"Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai isu tsunami yang berkembang dan dapat melakukan aktivitas seperti biasanya," kata dia.
 
Namun diingatkan untuk tetap waspada dan selalu pantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG, tambah dia.

R1/Hee