Minggu, 16 Desember 2018

NASIONAL

Buaya Bermunculan ke Permukaan Sungai, BKSDA Himbau Warga Tidak Membunuh Buaya

news24xx


Masyarakat menangkap buaya  dan menjadi tontonan (ant) Masyarakat menangkap buaya dan menjadi tontonan (ant)

RIAU1.COM -Sampit- Fenomena buaya menampakan diri di permukaan sungai-sungai di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah kembali terjadi dalam beberapa hari belakangan.

Masyarakat Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim dikagetkan dengan bermunculannya buaya di daerah pemukiman warga dan satu ekor buaya di antaranya berhasil ditangkap warga.


BACA JUGA : BMKG Himbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi Dampak Siklon Tropis Kenanga di Laut Bengkulu


"Kami sudah mendapat informasi penangkapan buaya itu. Kami masih berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat," kata Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah di Sampit, Muriansyah di Sampit, Kamis (6/12/18).

Muriansyah berharap warga tidak membunuh buaya tersebut. Seperti penangkapan buaya di lokasi lain sebelumnya, pihaknya mengevakuasi buaya itu untuk dilepasliarkan di hutan habitat buaya namun jauh dari permukiman penduduk.


BACA JUGA : Gunung Soputan Minahasa Tenggara Tiga Kali Meletus Minggu Dini Hari Tadi


Penangkapan buaya di Sungai Handi Sohor berawal ketika warga melihat lebih dari dua ekor buaya muncul di sungai itu. Beberapa warga kemudian berinisiatif menangkap salah satu buaya yang ukurannya tidak terlalu besar.

Berbekal tali dan kayu, warga berhasil menangkap buaya berukuran sekitar dua meter. Buaya yang terlihat memberontak itu menjadi tontonan warga, bahkan banyak yang mengabadikannya menggunakan kamera telepon seluler.

"Warga menangkap buaya itu hanya menggunakan tali sederhana. Tapi yang ditangkap itu buaya yang tidak terlalu besar," sebut Kepala Sekolah SDN 6 Samuda Kota Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Akhmad Afandi yang menyaksikan kejadian saat melintas di kawasan itu.

Penangkapan buaya ini menjadi perhatian warga. Apalagi, masih ada buaya lain yang ukurannya lebih besar yang sempat terlihat muncul di kawasan itu.

Warga khawatir buaya-buaya tersebut mencelakai warga yang beraktivitas di sungai. Hingga saat ini masyarakat setempat masih banyak beraktivitas di sungai sehingga rawan menjadi korban sambaran buaya.

"Saya langsung mengingatkan murid-murid agar berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di sungai. Ini tentu sangat mengkhawatirkan karena masyarakat masih sering beraktivitas di sungai," terang Akhmad Afandi.

Populasi buaya di Sungai Mentaya dan anak sungainya diperkirakan masih cukup banyak. Serangan buaya terhadap manusia juga masih sering terjadi sehingga membuat masyarakat cemas ketika beraktivitas di sungai.

Setiap tahun hampir selalu ada kejadian buaya menyerang manusia. Bahkan ada korban yang tidak ditemukan hingga saat ini.

R1/Toni.