Selasa, 25 Juni 2019

MERANTI

Awas, Ayam Yang Dipotong Tidak Sesuai Syariat Ditemukan di Selatpanjang

news24xx


Contoh Ayam Potong Yang Tidak Sesuai Syariat Contoh Ayam Potong Yang Tidak Sesuai Syariat

RIAU1.COM - Daging ayam yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) ternyata masih dijumpai di pasaran di Kota Selatpanjang.

Hal itu dibuktikan ketika tim monitoring peredaran daging Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Dinas Kesehatan, Pol PP, Karantina, MUI dan DisperidnagKopUKM mendatangi beberapa pasar di Kota Selatpanjang beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPTPP Kabupaten Kepulauan Meranti, Drh Syafrilia Wulandari mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan masih banyak para pedagang yang belum paham cara memotong sesuai syariat Islam. Maka dari itu masih banyak ditemukan ayam yang dipotong tidak sempurna.



BACA JUGA : Polres Meranti Anjangsana ke Pesantren Al-Aqobah Desa Gogok



"Kami menemukan ada pedagang yang menjual ayam tidak dipotong secara sempurna karena masih ada saluran untuk makanan yang belum putus sempurna," kata Syafrilia.

Ia mengungkapkan, tujuan monitoring adalah untuk mendeteksi keberadaan daging yang tidak memenuhi unsur ASUH. Tetapi pihaknya lebih berkonsentrasi terhadap pemotongan unggas, yakni ayam potong.

"Dari hasil Sidak pasar pengawasan produk pangan asal hewan, dihimbau kepada seluruh umat muslim untuk tidak membeli daging ayam, ceker, hati, maupun kulit dari lapak Apo yang beralamat di pasar SD Komplek Jalan Imam Bonjol, karena setelah kita periksa pemotongannya tidak sesuai syariat Islam, juru potongnya muslim dia mengakui hal itu, dan tidak halal jika kita konsumsi," kata Drh Syafrilia.



BACA JUGA : Kesbangpol Provinsi Riau dan Pemkab Meranti Gelar Pemantapan Komunikasi Politik Parpol Se-Kabupaten Meranti



Lebih lanjut dikatakan, penjual ayam potong yang bernama Apo temasuk pedagang yang bandel dan tidak mengikuti himbauan yang diberikan. Bahkan label ayam non muslim yang ditempel petugas tahun lalu ditutupnya untuk mengelabui umat Islam.

"Pedagang ini pernah kita bina, namun tetap ngeyel, tahun lalu juga seperti ini. Jadi kepada saudara muslim diharapkan berhati- hati dalam membeli. Belilah ayam dengan penjual muslim," ujarnya.