Senin, 20 Mei 2019

MERANTI

Sidak ASN di Kedai Kopi, BKD dan Satpol PP Meranti Sisir Lokasi Ini

news24xx


Sidak Kedai Kopi Oleh BKD dan Satpol PP Meranti /R1.puri Sidak Kedai Kopi Oleh BKD dan Satpol PP Meranti /R1.puri

RIAU1.COM - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti menggelar inspeksi mendadak ( Sidak) di sejumlah kedai kopi di Selatpanjang, Kamis (16/5/2019).

Sekretaris BKD, Bakharuddin mengatakan, sasaran sidak kali ini adalah para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan nongkrong atau makan di kedai kopi pada saat jam dinas di bulan Ramadhan.

"Kita tidak menangkap yang tak puasa, yang kita sasar disini mereka yang meninggalkan kantor pada jam kerja. Apalagi tindakan makan di kedai kopi bagi ASN itu kan terlihat tidak etis, tak enak dilihat masyarakat bahkan terlihat memberi contoh yang tidak baik apalagi di bulan puasa seperti ini" ungkap Bakharudin, Kamis (16/5/2019).



BACA JUGA : Awas, Ayam Yang Dipotong Tidak Sesuai Syariat Ditemukan di Selatpanjang



Petugas sidak ini bergerak dan menelusuri sejumlah kedai kopi dibeberapa ruas jalan di kota Selatpanjang. Diantaranya kedai kopi yang berada di Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Umar, Jalan A. Yani, Jalan Tebing Tinggi, Jalan Merdeka dan sejumlah kedai kopi di ruas jalan lainnya.

Ia mengaku, selain ada yang kedapatan di kedai kopi, ada juga ASN yang mencoba bersembunyi saat penyisiran berlangsung.

"Ada beberapa yang terciduk tadi, ada juga yang mencoba bersembunyi di WC. Tapi temuan kali ini jauh sedikit dibanding tahun lalu, mungkin karna mereka juga sudah tau kita akan adakan sidak" ujarnya.



BACA JUGA : Disparpora Meranti Adakan Festival Lampu Colok



Razia yang dilakukan sekitar pukul 11:00 WIB sampai pukul 12:00 WIB ini setidaknya berhasil mengamankan dua ASN dan tiga Honorer.

Atas temuan ini, Bakhar mengatakan tidak menutup kemungkinan sidak akan kembali dilakukan. Hal ini tentu saja untuk meningkatkan kedisiplinan para ASN terlebih pada bulan Ramadhan ini.

"Jika nanti masih ada temuan dan laporan yang masuk ke kita, tidak menutup kemungkinan sidak akan kembali kita lakukan" pungkasnya.