Selasa, 20 Agustus 2019

KRIMINAL

Mengaku Buser dan Peras Pedagang di Tualang, 4 Oknum Wartawan Diringkus Polisi

news24xx


Empat pelaku pemerasan saat diamankan ke Mapolsek Tualang Empat pelaku pemerasan saat diamankan ke Mapolsek Tualang

RIAU1.COM - Mengaku-ngaku sebagai anggota Buser, empat oknum wartawan diringkus Polsek Tualang, setelah menipu sejumlah pedagang di Jalan Indah Kasih, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau.

Keempat pelaku JN, SK, MR dan HA ditangkap beberapa saat setelah memeras dua pedagang dan berhasil meraup uang sebesar Rp1,9 juta.

Kapolsek Tualang, AKP Kompol Pribadi menuturkan, terungkapnya aksi pemerasan dengan mengaku-ngaku sebagai anggota Buser itu, setelah salah seorang korbannya menghubungi pihak Polsek Tualang.

"Kejadiannya Jumat 26 Juli 2019 lalu, saat itu keempat pelaku ini mendatangi beberapa pedagang di Jalan Indah Kasih Perawang," kata Kompol Pribadi kepada Riau1.com, Kamis 1 Agustus 2019.



BACA JUGA : Terkait OTT KPK, Kejati DIY Hitung Jumlah Jaksa dan Pegawai

"Saat beraksi, para pelaku berpura-pura membeli rokok merk Luffman sebanyak 1 sloof. Karena tidak ada pita cukai, korban kemudian diperas dan diancam penjara 12 tahun," sambungnya.

Kapolsek melanjutkan, para pelaku ini mengaku sebagai Polisi dan menawarkan penyelesaian di tempat, tapi harus membayar sebesar Rp10 juta. "Karena takut, para korbannya menyerahkan uang masing-masing Rp500 ribu dan Rp1,5 juta," sebutnya.

Merasa aksinya berjalan mulus, keempat pelaku melanjutkan aksinya ke toko selanjutnya. Tapi, korban ini tidak percaya begitu saja dan menghubungi Polsek Tualang.



BACA JUGA : 4 Orang dari Unsur Jaksa, PNS, dan Swasta Ditangkap KPK di Yogyakarta

"Mendapat laporan, 6 anggota kita langsung ke TKP. Benar saja, ternyata saat diinterogasi, para pelaku mengantongi identitas sebagai wartawan dan langsung diamankan ke Mapolsek Tualang," ujar mantan Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru itu.

Masih kata Kapolsek Tualang, dari tangan para pelaku, turut diamankan uang sebesar Rp1,9 juta dari hasil pemerasan, mobil yang digunakan pelaku, tiga lembar tanda pengenal media dan juga beberapa barang bukti lainnya.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pihak-pihak yang mengaku sebagai Polisi. Jika ada yang mencurigakan, segera hubungi dan melapor ke kita," pungkasnya.