Jumat, 21 Juni 2019

KRIMINAL

Terkait Peristiwa 21-22 Mei di Depan Kantor Bawaslu, 67 Perusuh Masih di Bawah Umur

news24xx


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Foto: Antara. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Foto: Antara.

RIAU1.COM -Sebanyak 67 dari total 447 orang yang ditangkap karena diduga sebagai perusuh dalam aksi di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta, pada 21-22 Mei 2019, masih berusia di bawah umur.

"Terkait dengan peristiwa 21-22 Mei lalu, sudah disampaikan dalam beberapa kesempatan yang lalu ada 447 tersangka yang telah ditetapkan. Di antaranya ada 67 anak-anak di bawah umur," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra dikutip dari Antara, Senin (10/6/2019).

Untuk pelaku yang masih anak-anak itu, dilakukan diversi dan dikembalikan kepada orang tuanya. Sementara sebagian menjalani pelatihan dan pembinaan.



BACA JUGA : Pelajar SMP di Siak Tewas di Tangan Teman Sebaya Dipicu Wifi dan Ejekan

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, anak yang berkonflik atau berhadapan dengan hukum menjalani diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Untuk aktor intelektual, koordinator lapangan dan eksekutor di lapangan dari 447 orang tersebut dikatakannya masih dipetakan dan segera diungkap esok.



BACA JUGA : Seorang Wanita dan Pacarnya Dibekuk BNN Riau, 1 Kg Sabu dan 3.035 Pil Ekstasi Disita

"Masih pendalaman. Secepatnya kami akan berikan update kepada teman-teman," tutur Asep.

Terkait tuntutan transparansi korban jiwa lantaran peluru tajam, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian disebutnya telah membentuk tim investigasi yang bekerja mencari fakta terkait urutan kegiatan atau kejadian peristiwa 21-22 Mei, termasuk hingga timbul korban jiwa.

Selain polisi, Ombudsman RI dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga bekerja secara paralel untuk mengonfirmasi hasil dari temuan tim investigasi yang dibentuk Polri.