Selasa, 26 Maret 2019

KRIMINAL

Kisah Pilu Bocah Kandang Ayam, Ditelanjangi, Dipukul, Dirantai, Ditempel Besi Panas Hingga Lari ke Hutan

news24xx


Korban saat dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau (Dok: Riau1) Korban saat dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau (Dok: Riau1)

RIAU1.COM -Penderitaan yang dialami bocah umur 11 tahun, sebut saja namanya Malang (Identitas disamarkan) menyentak perhatian publik di Kota Pekanbaru - Riau. Pasalnya, ia mengalami kekerasan fisik yang cukup membuat orang bergidik.

Malang kerap mengalami perlakuan kasar dari pria yang mengasuhnya berinisial JH alias Irwan. Keluarga korban dengan pelaku sudah sama kenal, sehingga Malang dititipkan pada Irwan untuk dirawat, sementara orangtua korban di Kota Duri.

Pengalaman kelam Malang bermula Januari 2019, di mana Irwan mulai bersikap kasar. Pria berusia 21 tahun itu kerap memukulinya, baik dengan tangan kosong atau menggunakan benda, semisal kayu. Korban pun dibuat lebam-lebam dan luka.



BACA JUGA : Turunkan Aparat Bersenjata, Polda Riau Temukan Kayu Ilog dari SM Rimba Baling Kampar

Perbuatan itu dipicu karena kekesalan Irwan kepada korban, yang dianggapnya membandel. Puncaknya, saat Malang berupaya melarikan diri ke hutan, karena tam kuat terus-terusan mendapat kekerasan fisik dari pelaku.

"Sempat kabur korban ini ke hutan. Kemudian dicari oleh pelaku bersama warga lainnya. Akhirnya ketemu dan dibawa kembali. Setelah itu kekerasan makin dialami korban tersebut, yang dilakukan pelaku ini," kata Kapolsek Tenayan Raya Kompol Hanafi.

Tak tanggung-tanggung, Malang bahkan kerap ditelanjangi lebih dulu sebelum dianiaya. Itu dilakukan sebagai hukuman terhadap korban. "Sering dilakukan malam hari. Korban ditelanjangi, berdiri kaki satu sambil dipukuli pakai kayu," beber Hanafi.

Tidak cuma itu, leher korban juga pernah dirantai, tangannya diikat hingga membiru. Dengan usianya baru menginjak 11 tahun, tentu saja Malang tak kuasa menahan perlakukan dari Irwan. Bahkan, sendok besi dipanaskan pelaku dengan kompor, lalu ditempeli ke tubuh bocah ini.



BACA JUGA : Pabrik Pembuatan Mi Berformalin di Pekanbaru Digeregek, 150 Kg Mi Berformalin Disita

Perbuatan Irwan akhirnya terbongkar, setelah warga menemukan korban dalam kondisi tak berdaya dekat kandang ayam, Jalan Sawo Mati Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, Selasa kemarin. Dekat kandang ayam itu pula Malang tinggal bersama Irwan.

Warga pun membawa Malang ke RS Bhayangkara. Hasil pemeriksaan mendapati ada lebam pada wajah korban, bagian mata. Tulang rusuknya patah, hingga banyak ditemukan luka bakar pada tubuhnya akibat sendok panas, ada juga luka di alat vital bocah ini.

"Saat dibawa kondisinya sadar namun tidak bisa diajak berkomunikasi. Korban mengalami anemia berat, di mana HBnya sangat rendah, rusuknya patah, di kepala ada luka dan memar. Kemudian leher, kaki dan tangannya (Ada luka)," terang Kasubbid Dokpol Yanmed Biddokes Polda Riau Kompol Supriyanto.

Kini Irwan sudah ditahan di Polsek Tenayan Raya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ia terancam hukuman sembilan tahun penjara atas dugaan kekerasan yang dilakukannya terhadap anak di bawah umur. Sementara korban dirawat di RS Bhayangkara dan kondisinya berangsur pulih.