Selasa, 26 Maret 2019

KRIMINAL

Bocah di Pekanbaru yang Ditemukan di Kandang Ayam Ngaku Ditempeli Besi Panas dan Makan Nasi Garam

news24xx


Kompol Supriyanto saat mengecek kondisi Malang, di RS Bhayangkara Polda Riau Kompol Supriyanto saat mengecek kondisi Malang, di RS Bhayangkara Polda Riau

RIAU1.COM -Bocah umur 11 tahun bernama Malang (Bukan nama sebenarnya) mengaku kerap dipukuli oleh pria yang merawatnya berinisial JH alias Irwan. Korban dipukul dengan tangan hingga benda tumpul. Tidak cuma itu, sendok besi yang dipanasi dengan api kompor ditempel ke tubuhnya.

Dengan kondisi lemah, Malang yang tengah menjalani perawatan di ruang RS Bhayangkara Polda Riau bercerita kalau dirinya sering dipukuli JH. Adapun korban ini numpang tinggal dengan pelaku, yang tak lain teman ayah kandung Malang.

"Sering dipukul, pakai tangan sama kayu juga," ungkap Malang. "Kepala kadang, badan juga," lanjut dia sembari mengingat-ingat pengalaman buruk yang dialaminya saat tinggal dengan JH, disebuah rumah di Jalan Sawo Mati, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Tempat tinggalnya dekat kandang ayam. Di dekat kandang ayam itu Malang ditemukan saksi bernama Joko, dalam kondisi lemah, luka serta lebam-lebam. Ia pun dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau Jalan Kartini, pada Selasa 5 Maret 2019 sore kemarin.



BACA JUGA : Turunkan Aparat Bersenjata, Polda Riau Temukan Kayu Ilog dari SM Rimba Baling Kampar

Malang juga bercerita, sehari-hari ia diberi makan nasi pakai garam. "Makan sering dikasih, pakai nasi dengan garam aja," tutur korban.

Kekerasan yang diduga dilakukan Irwan ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan medis. Luka dari sendok yang dipanasi dengan api kompor itu masih membekas di tubuh Malang. Ada juga lebam dan luka lainnya, hampir disekujur tubuh korban.

Terpisah, Kasubbid Dokpol Yanmed Biddokes Polda Riau Kompol Supriyanto yang diwawancarai Riau1.com, Rabu 6 Maret 1019 siang menjelaskan, saat dibawa semalam korban masih dalam kondisi sadar, namun tak bisa diajak berkomunikasi.



BACA JUGA : Pabrik Pembuatan Mi Berformalin di Pekanbaru Digeregek, 150 Kg Mi Berformalin Disita

"Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kalau korban mengalami anemia berat, di mana HBnya sangat rendah. Rusuknya patah, di kepala ada luka juga dan memar. Kemudian leher, kaki dan tangannya. Selain itu ada juga luka bakar," beber Kompol Supriyanto.

Setakat ini Irwan telah diamankan di Polsek Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Ia juga telah dimintai keterangannya. Pengakuan sementara pelaku, ia memukul korban untuk memberi pelajaran.