Minggu, 16 Desember 2018

KAMPAR

Vidio Abdul Somad Jadi Acuan Dalam Sosialisasi Suntik Rubella di SDN 024 Tambang

news24xx


dr Dwi saat memberikan penyuluhan terhadap orangtua murid di SDN 024 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang , Sabtu tadi. (Toni) dr Dwi saat memberikan penyuluhan terhadap orangtua murid di SDN 024 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang , Sabtu tadi. (Toni)

RIAU1.COM -Pekanbaru- Ratusan orang tua murid di SDN 024 Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar sontak acungkan tangan saat pihak dokter Puskesmas Kecamatan Tambang membuka tanya jawab tentang halal dan haramnya suntik  Rubella (MR).


BACA JUGA : Wabub Kampar Bersama Forkopimda dan Kepala OPD Salurkan Bantuan Korban Banjir


Bahkan ada yang langsung kabur dari ruangan mendengar vaksin suntik Rubella mengandung babi "  Saya tidak maulah apapun alasannya kalau memang bahannya babi," kata sejumlah orang tua murid saat diwawancarai riau1.com, Sabtu (01/12/18) pagi tadi.

Untuk meyakin masyarakat  boleh atau tidaknya imunisasi rubella, pihak pelaksana memutar vidio Ustad Abdul Somad (UAS). Dalam vidio itu UAS menyampaikan  soal hukum vaksin MR (Measleass & Rubella).


BACA JUGA : Babinsa dan Bhabinkamtibmas Teratak Buluh Bantu Korban Banjir


Ustaz Abdul Somad menjelaskan, bila ada yang memakainya menggunakan karena kondisi darurat.

"Oleh karena itu kalau ada yang memakai itu alasannya darurat, karena bila tidak disuntik anaknya sakit cacat, mati," tambah UAS.

UAS atau Ustaz Abdul Somad mengibaratkan ada dua pilihan yang mesti dipilih dalam kondisi mendesak.

Mati atau Makan Babi ?

Kemudian pihak puskesmas juga menayangkan  fatwa MUI yang menyatakan suntik vaksin rubella MR adalah Mubah (diperbolehkan).

"  Kita tidak memaksa, kami ditugaskan untuk memberikan pemahaman tentang manfaat vaksin Rubella. Tentang haram atau halalnya, itu sudah di jelaskan oleh MUI bahwa itu adalah Mubah," kata dr  Dwi Indah Yulia kepada riau1.com Sabtu siang tadi.

R1/Toni