Kamis, 18 Juli 2019

KAMPAR

Wow, SM Rimbang Baling Dilibatkan Demi Sukseskan Hari Konservasi Nasional 2019

news24xx


Petugas sedang melakukan survey track di SM Rimbang Baling (Foto: Istimewa/BBKSDA Riau) Petugas sedang melakukan survey track di SM Rimbang Baling (Foto: Istimewa/BBKSDA Riau)

RIAU1.COM -Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menyebutkan bahwa Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling di Kabupaten Kampar ditunjuk sebagai salah satu pendukung Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2019.

Nantinya, SM Rimbang Baling akan dijadikan sebagai pelaksanaan Jungle Trek Rimbang Baling pada 13 dan 14 Juli 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang.


BACA JUGA : Gandeng Warga, Begini Cara Unik Prajurit TNI di Kampar Cegah Longsor


"SM Rimbang Baling nantinya akan dijadikan sebagai tempat Jungle Trek pada 13 dan 14 Juli 2019 mendatang," jelasnya melalui rilis, Minggu, 23 Juni 2019.

Agar kegiatan berjalan lancar, petugas diturunkan untuk melakukan survey track di lokasi. Mereka mendaki, menurun, menyebrangi sungai, lembah bahkan menaiki piau dilalui (sampan bermesin).


BACA JUGA : Kisah Haru Nenek Tio Bertemu Prajurit TNI di Kampar


Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan road to HKAN 2019 selain Wanabakti Batam Green Warrior 2019, visit to school, pelepasliaran ikan arwana dan Car Free Day. Sementara puncaknya, digelar di Taman Wisata Alam Muka Kuning, Batam pada 5-8 Agustus 2019 mendatang.

Sebelumnya, Ibu kota Kepulauan Riau, Batam ditunjuk sebagai lokasi puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2019 di Taman Wisata Alam Muka Kuning, 5-8 Agustus 2019 mendatang.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono membeberkan alasannya dipilihnya Batam sebagai lokasi  HKAN tahun ini.

Menurutnya, hutan yang berada di tengah kota industri menjadi isu strategis tersendiri terutama bagi generasi milenial saat ini mengapa Batam terpilih dari wilayah lainnya di Indonesia.

"Ditunjuknya Batam karena mereka mampu mempertahankan kawasan konservasi di tengah laju industrialisasi," sebutnya melalui rilis, Minggu, 23 Mei 2019.