Kamis, 13 Desember 2018

KAMPAR

LPM dan BPD di Desa Indra Sakti Malu Makan Gaji 'Buta', Ini Masalahnya

news24xx


LPM, BPD, LSM dan juga masyarakat Desa Indra Sakti melakukan pemeriksaan terhadap pembangunan jalan sertu  (F: ist) LPM, BPD, LSM dan juga masyarakat Desa Indra Sakti melakukan pemeriksaan terhadap pembangunan jalan sertu (F: ist)

RIAU1.COM -Kampar- Sejumlah anggota BPD dan LPM di Desa Indra Sakti Kecamatan Tapung,  Kabupaten Kampar, terpaksa makan gaji 'buta'.

 Hal itu lantaran tidak dilibatkanya BPD dan juga LPM dalam penggunaan anggaran di desa tersebut.


BACA JUGA : Tinggi Muka Air Waduk PLTA Koto Kampar Terus Menurun


" Kini saya sudah malu menggunakan seragam BPD ini, sebab tidak pernah lagi dilibatkan dalam musyawarah desa. Kami juga sudah malu makan gaji buta seperti ini," kata anggota BPD Indra Sakti, Selamat Karmadi saat dikonfirmasi riau1.com, Rabu tadi.

Tidak hanya dirinya  sebut dia, enam orang lagi anggota BPD juga mengalami hal yang sama tidak lagi pernah dilibatkan dalam musyawarah untuk penggunaan anggaran.


BACA JUGA : TNI- Polri Kompak Bantu Banjir di Daerah Kampar


 " Entah bagai mana bisa kades mencairkan anggaran desa tanpa ada musyawarah dengan masyarakat. Apakah ini akal-akalan sang kades dengan ketua BPD itu juga menjadi kecurigaan kita," sebut dia.

Kecurigaan itu berdasar sebut Selamat Karmadi, sebab pembangunan dengan anggaran ADD dan DD telah berlangsung.

 " Kalau bapak wartawan tanya sama saya tentang pengerjaan yang dilakukan desa itu kami BPD tidak tahu, sebab kami tidak pernah diajak membahas atau memusyawarahkan ini dengan kades," ucap dia lagi.

Bahkan sebut dia lagi, pihak LPM juga informasinya juga tidak dilibatkan oleh pihak desa dalam penggunaan anggaran dana desa.

" Setahu saya dalam penggunaan dana desa itu seperti Tungku Tiga Sejarang dalam artinya ada tiga peran penting di desa yang pertama  Kepala Desa (Kades), kedua BPD dan terakhir LPM,"  jelas dia.


Sementara itu Ketua BPD Martias saat dikonfirmasi riau1.com juga menyampaikan dirinya juga tidak tahu tentang masalah desanya sebab juga tidak ada musyawarah.

 " Biarkan saja,  bila kades minta tanda tangan setelah pengerjaan saya tidak mau. Saya takut terlibat, saya mau tanda tangan apa bila ada dimusyawarahkan," kata dia lagi.

Kemudian  Kades Indra Sakti Misdi saat dihubungi riau1.com tidak banyak memberikan komentar " Maaf pak saya arah ke Pekanbaru besok hubungi," kata dia sembari menyudahi komunikasi.

R1/Toni