Selasa, 23 Juli 2019

INTERNASIONAL

Amerika Janjikan 1 Juta Dolar AS Bagi Siapa Saja yang Memberitahu Keberadaan Anak Osama bin Laden

news24xx


Ilustrasi area operasi Osama bin Laden.  Ilustrasi area operasi Osama bin Laden.

RIAU1.COM - Amerika Serikat sedang memburu anak Osama bin Laden. Amerika Serikat menawarkan hadiah sebesar US$1 juta untuk informasi tentang putra almarhum pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden yang dinilai sebagai pemimpin jaringan ekstremis.

Lokasi keberadaan Hamza bin Laden, kadang-kadang dijuluki "putra mahkota jihad," telah menjadi spekulasi selama bertahun-tahun.



BACA JUGA : 23 Pelaut di Kapal Tanker Inggris Stena Impero Terlihat dari Video Singkat yang Dirilis Iran

 

Dia pernah dilaporkan berada di Pakistan, Afghanistan atau di dalam tahanan rumah di Iran.

"Hamza bin Laden adalah putra mantan pemimpin Alqaeda almarhum Osama bin Laden dan muncul sebagai pemimpin dalam jaringan Alqaeda," menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS sebagimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (1/3/2019).

Departemen Luar Negeri AS menyatakan akan menawarkan US$1 juta untuk informasi yang mengarah ke lokasinya di negara mana pun.

Hamza, yang menurut Amerika Serikat berusia sekitar 30 tahun, telah mengancam serangan terhadap Amerika Serikat untuk membalas pembunuhan ayahnya pada tahun 2011.

Saat tu Osama tinggal di persembunyian di kota Abbottabad Pakistan ketika dibunuh oleh pasukan khusus AS.

Badan-badan intelijen AS semakin melihat Hamza sebagai penerus ayahnya untuk menggerakkan ekstremisme global, terutama karena kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang sudah mulai melemah di Suriah, seperti dilansir bisnis.com, Jumat. 



BACA JUGA : Dari BackRub Hingga Googol, Ini Cikal Bakal Penamaan Google

 

Pada tahun 2015, Hamza merilis pesan audio yang mendesak militan di Suriah untuk bersatu, mengklaim bahwa pertempuran di negara yang dilanda perang membuka jalan untuk "membebaskan Palestina."

Hamza diyakini telah menghabiskan bertahun-tahun bersama ibunya di Iran, meskipun ada kecaman keras Al-Qaeda terhadap cabang Islam Syiah yang mendominasi negara itu.

R1/Hee