Jumat, 23 Agustus 2019

INTERNASIONAL

Selain Indonesia, Ini Deretan Negara yang Rayakan Tahun Baru Imlek 2570/2019 dengan Unik dan Meriah

news24xx


Ilustrasi momen perayaan Imlek Ilustrasi momen perayaan Imlek

RIAU1.COM - Tahun baru Imlek 2570 jatuh pada hari ini, Selasa 5 Februari 2019, seluruh masyarakat suku Tionghoa begitu antusias merayakannya, ditambah lagi tahun ini merupakan tahun babi tanah dimana melambangkan kemakmuran.

Tahun baru Imlek merupakan salah satu perayaan dari budaya Tionghoa. Kemeriahan ini pun dirasakan di Indonesia, dengan ciri khas paling banyak adalah barongsai dan makanan khas imlek, kue keranjang.

Imlek bukan hanya dirayakan di China dan di Indonesia. Kita tentu tahu bahwa masyarakat China tersebar di seluruh dunia. Imlek sendiri selalu dilaksanakan setiap tahun di seluruh belahan dunia, dengan populasi masyarakat etnis China baik mayoritas maupun minoritas.

Dilansir dari Detik.com, berikut deretan perayaan tahun baru Imlek 2570 yang unik dan meriah diberbagai negara:

1. Cina

China merupakan salah satu negara asal Imlek dirayakan. Di Hong Kong dan Makau, ketika Imlek tiba, penduduknya diliburkan bekerja 3-5 hari. 

Setelah itu, seluruh masyarakat akan berkumpul bersama keluarga dan semua saudara yang tinggal jauh maupun dekat. Tidak lupa masyarakat China akan membeli berbagai bunga untuk menambah kesemarakan Imlek, di antaranya bunga persik dan bunga daffodil, serta buah-buah kumquat, yakni semacam jeruk.

Pagi berikutnya, masyarakat setempat, terutama para orang tua, akan berusaha menjadi yang pertama untuk mengunjungi kuil untuk berdoa demi kemakmuran dan kesehatan mereka. Imlek tidak hanya dirayakan sehari. Masyarakat China juga membiasakan untuk memberikan angpao kepada anak-anak ketika Imlek tiba dengan tujuan memberikan berkat.

Pada hari pertama dan kedua, biasanya kota akan ramai dengan pesta kembang api yang disukai oleh anak-anak. Tak ketinggalan pernak-pernik serbamerah, baik pakaian yang digunakan maupun berbagai hiasan yang ada.

2. Singapura

Sekitar 70 persen dari populasi Singapura adalah masyarakat dengan etnis China. Perayaan Imlek Singapura memang agak berbeda. Meskipun begitu, masyarakat yang tinggal di Singapura tetap memegang teguh tradisi dan adat asli Imlek.

Tahun baru juga identik dengan sashimi, keripik dengan sayuran, dan daging yang harus dihidangkan di meja. Saat semua anggota keluarga sudah berkumpul dan duduk di meja, mereka akan mencoba memperebutkan sashimi yang dihidangkan.



BACA JUGA : Umat Islam Menjadi Bangsa Pertama Yang Perkenalkan Gula Dan Tepung Ke Penjuru Dunia

Apabila memegang daging lebih tinggi dan berhasil mendapatkannya, itu berarti mereka akan mendapatkan keberuntungan lebih banyak di tahun depan.

Orang-orang biasanya akan datang ke Kreta Ayer Square untuk melihat bazar, parade Chingay, dan menonton tarian singa serta naga. Selain itu, masyarakat Singapura akrab dengan pemberian hadiah dan mengkonsumsi buah jeruk.

Menurut mereka, jeruk adalah salah satu tanda kebahagiaan. Semua orang berusaha memberikan jeruk kepada orang yang mereka sayang agar dapat berbagi kebahagiaan. Saat mengunjungi teman dan kerabat, orang Singapura akan membawa dua jeruk di dalam kotak sebagai hadiah.

Tuan rumah akan memberikan dua sebagai imbalan. Tradisi mengenakan pakaian dan topi baru, juga mengganti seprai dan selimut baru, masih terus dipertahankan, sehingga masyarakat di Singapura terbiasa melakukan kebiasaan ini.

3. Malaysia

Malaysia merupakan salah satu negara yang sama seperti Indonesia. Negara ini dihuni oleh mereka yang memiliki berbagai etnis dan suku. Di Kuala Lumpur, ciri khasnya adalah dekorasi dengan lampu lampion, bunga sakura, dan jeruk. 

Dekorasi membangkitkan suasana perayaan Imlek. Selain itu, di Malaysia ada ciri khas lain yang populer, yakni mengkonsumsi buah nanas.

Menurut masyarakat etnis Tionghoa di sana, nanas dapat menjadi buah yang memberikan keberuntungan. Bahkan banyak orang yang membeli buah nanas besar-besaran ketika Imlek tiba. Saat Imlek tiba, mereka juga membeli manisan cukup banyak.

Karena makanan yang manis ini melambangkan tanda terbaik untuk kebahagiaan mereka. Selama tahun baru Imlek, ada kompetisi kaligrafi yang memungkinkan semua orang untuk ikut serta.

4. Filipina

Tahun baru China atau Imlek menjadi salah satu hari penting bagi masyarakat di Filipina. Bisa dikatakan Imlek merupakan salah satu perayaan yang ditunggu oleh kebanyakan etnis Tionghoa. 

Umumnya masyarakat Tionghoa tinggal di Provinsi Fujian, China, sehingga perayaannya pun mirip dengan tradisi yang ada di sana. Namun Imlek yang dilakukan di Filipina menjadi lebih berbeda karena dicampurkan dengan adat yang ada di sana. Selain itu, Filipina mewajibkan adanya kue keranjang yang disebut nian gao sebagai makanan pokok selama Imlek.

Nantinya, saat hari pertama, mereka dapat menyantap makanan yang tersisa dari hari sebelumnya, sehingga mereka tidak boleh memasak. Selain itu, kita bisa mengkonsumsi makanan yang ada dan tersedia sebelumnya. Hal ini dipercaya untuk dapat membuat mereka memiliki sesuatu yang lebih dari yang mereka butuhkan.



BACA JUGA : Gara-gara Ditolak Beli Pulau Greenland, Donald Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Terlepas dari perayaan Imlek pada umumnya, masyarakat setempat akan menggantungkan delapan buah yang berbentuk bulat di rumah mereka sebagai dekorasi, termasuk nanas, jeruk, apel, anggur, mangga, lemon, semangka, dan pepaya.

5. Vietnam

Vietnam merupakan salah satu negara yang terdiri atas banyak masyarakat etnis Tionghoa. Tahun baru ini biasa disebut sebagai tet. Perayaan Imlek menjadi salah satu perayaan penting yang ditunggu banyak masyarakat di Vietnam. 

Dilansir dari Travel China Guide, zongzi atau biasa disebut sebagai ba tzangmerupakan salah satu makanan yang wajib ada saat Imlek. Zongzi sendiri merupakan makanan China yang ikut dimasak dan dikonsumsi oleh masyarakat etnis Tionghoa di Vietnam.

Makanan ini terbuat dari beras ketan dan dibungkus menggunakan daun bambu dan menjadi makanan tradisional yang wajib ada. Seperti halnya kue bukan di Indonesia. 

Tradisi unik lainnya bagi masyarakat Vietnam, mereka akan membeli bunga persik. Guna bunga persik adalah membantu menangkal roh jahat dan buah kumquat untuk mengharapkan keuntungan.

Dengan memiliki tradisi khusus yang disebut xong tet, merujuk pada nasib baik atau buruk tergantung pada pengunjung pertama. Kepribadian dan kondisi kehidupan pengunjung pertama dapat meramalkan keberuntungan tuan rumah selama setahun ke depan. Maka dari itu, sebelum tet, orang-orang akan mengundang orang yang jujur, baik, atau kaya untuk datang berkunjung.

6. Amerika

Banyak etnis Tionghoa yang tinggal di California, San Francisco, New York, Seattle, dan Washington. Perayaan tahun baru Imlek di Amerika tidak hanya dirayakan oleh komunitas Tionghoa. Imlek biasanya dirayakan bersama keluarga bahkan teman-teman yang mau ikut merayakan Imlek.

Masyarakat umum juga dapat menikmati festival tersebut, seperti festival lampion, juga tarian naga serta singa. Chinatown di San Francisco biasanya menggelar parade di Grant Avenue dan Kearny Street.

Acaranya pun bukan terbilang acara yang biasa saja, namun masuk ke acara besar yang memberikan kemeriahan kepada banyak orang. Orang-orang akan membawa banner warna-warni, drum, dan kembang api untuk menghidupkan suasana layaknya perayaan Natal di Amerika. 

Meskipun menjadi negara besar yang terdiri atas berbagai suku dan ras, nyatanya Imlek menjadi salah satu acara besar yang diperhitungkan oleh negara adidaya ini.