Minggu, 18 Agustus 2019

HUKUM

Trauma Bentrok Berdarah, Warga Mekar Jaya Takut Pulang ke Register 45 Mesuji

news24xx


Ini penampakan rumah warga Mekar Jaya Abadi yang ditinggalkan pemiliknya pascabentrok di Register 45  Mesuji, Jumat.  Ini penampakan rumah warga Mekar Jaya Abadi yang ditinggalkan pemiliknya pascabentrok di Register 45 Mesuji, Jumat.

RIAU1.COM - Sekitar 160 Kepala Keluarga mengungsi. Sebagian besar masih trauma dan takut pulang ke rumah mereka di Register 45 Mekarjaya Mesuji, pascabentrok berdarah yang menewaskan empat orang dan 10 korban luka-luka. 

Warga Kelompok Mekar Jaya Abadi, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung pasca bentrok masih takut untuk pulang.

Mereka masih bertahan di tempat pengungsian. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat, rumah-rumah mereka yang berdekatan dengan lokasi bentrok terlihat telah dikosongkan oleh pemiliknya. Ada yang mengungsi di tempat kerabat dan lokasi-lokasi yang aman.

Puluhan satgas gabungan Kepolisian dan TNI juga terlihat sedang berjaga dan berpatroli di lokasi.



BACA JUGA : Polisi Pukuli Wartawan SCTV, Jurnalis Lain Dimasukkan ke Mobil Tahanan Hapus Foto, Saat Liput Demo Buruh di DPR

 

"Saya dan warga lainnya masih mengungsi di sini, takut ada bentrok susulan," kata RT (35), salah satu warga yang mengungsi di Mesuji, Jumat, 19 Juli 2019, seperti dilansir Antara. 

Meskipun aparat keamanan telah menyatakan kondisi di register telah kondusif, namun warga yang mengungsi masih takut untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

Mereka lebih memilih untuk mengungsi demi keamanan sebelum adanya mediasi atau perdamaian dari pihak kepolisian dan pihak lainnya.

"Itu menurut polisi yang sudah kondusif, tapi menurut kami belum aman. Tempat kami di Mekar Jaya Abadi itu segala sudut pintu masuk bisa dilalui," lanjut dia.

Sementara, warga lainnya AH (45) kelompok Mekar Jaya Abadi, saat ditemui di kediamannya di register 45 mengaku tidak mengetahui sama sekali peristiwa bentrok tersebut.

"Saya tidak tau kejadiannya, rumah ini punya kakak saya, dan barang-barangnya ingin saya bawa ke rumah saudara," sebut dia.



BACA JUGA : Terkait Proyek PUPR, KPK Panggil Anggota DPR F-PKB Helmi Faishal

 

Bentrok antarwarga dua kelompok tersebut terjadi pada Rabu tanggal 17 Juli 2019 sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekitar pukul 11.00 WIB saat itu datang alat berat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya dan kemudian melakukan pembajakan di lokasi Register 45 Mekar Jaya Abadi.

Pembajakan tersebut dilakukan di area tanah seluas setengah hektare milik salah satu warga bernama Yusuf (41) yang merupakan kelompok dari Mekar Jaya Abadi.

Kegiatan pembajakan tersebut kemudian diketahui oleh salah satu warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi dan kemudian seketika memukul kentongan dan mengamankan warga yang sedang membajak tersebut.

Warga kemudian menanyakan perihal atas perintah siapa untuk melakukan pembajakan tersebut. Namun tidak lama setelah itu, operator bajak disuruh pulang kemudian kembali membawa rekan nya dan langsung menyerang kelompok Mekar Jaya.

Akibatnya, bentrok antarwarga di Mesuji itu mengakibatkan empat orang tewas dan sepuluh orang luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangakara, Polda Lampung di Bandarlampung.

R1/Hee