Kamis, 18 Juli 2019

HUKUM

Ditarik Polri dari KPK, Ini Dugaan Pelanggaran Etik Irjen Firli Main Tenis dengan Saksi TGB

news24xx


Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.  Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

RIAU1.COM - Polri menarik Irjen Pol Firli dar KPK dan dipromosikan menjadi Kapolda Sumatera Selatan. Dengan demikian, dugaan pelanggaran etik Irjen Firli otomatis gugur. 

Seperti dilansir bisnis.com, Sabtu, 22 Juni 2019, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyatakan persoalan etik yang menerpa Irjen Firli otomatis berakhir.

Hal ini lantaran Irjen Firli telah ditarik kembali oleh institusi asal, Polri, untuk mendapat promosi jabatan sebagai Kapolda Sumsel.

Di KPK, Irjen Firli sebelumnya menjabat Deputi Penindakan. 



BACA JUGA : Membahayakan, Satlantas Polresta Pekanbaru Tertibkan Pick Up Pengangkut Puluhan Anak-anak

 

"Persoalannya, etik itu kan, berlaku untuk pegawai kita, jadi dengan sendirinya [dugaan kode etik Irjen Firli] berakhir dengan sendirinya selesai karena kalau bukan pegawai, ya, enggak bisa dong [di proses]," ujar Saut, Jumat (21/6/2019).

Meskipun demikian, tim Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) sebetulnya sudah mengantongi hasil pemeriksaan Irjen Firli.

Hanya saja, Saut enggan mengungkap hasil pelanggaran yang dilakukan Irjen Firli.

Saut juga membantah tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut pimpinan KPK abai dalam menangani dugaan pelanggaran etik tersebut.

"Enggak [abai], justru, kan, prosesnya jalan."

Di sisi lain, Saut mengaku mendapat pembelajaran agar organisasi KPK ke depan harus diperbaiki mengingat lembaga antirasuah tersebut memiliki pegawai yang berasal dari institusi lain.

Penarikan Irjen Firli ke Polri menyusul surat dari Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian  pada 11 Juni 2019 lalu perihal pengembalian penugasan anggota Polri di lingkungan KPK atas nama Irjen Pol Firli.



BACA JUGA : Antisipasi Bentrok Susulan, Pasukan Brimob Jaga Ketat Semua Pintu Masuk Menuju Register 45 Mesuji

 

Menanggapi surat itu, KPK kemudian melakukan rapat dan sepakat untuk mengembalikan Irjen Firli melalui surat pada Rabu (19/6/2019).

Nama Irjen Firli sebelumnya mendapat sorotan lantaran diduga melanggar kode etik karena bertemu serta bermain tenis dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) pada Mei 2018. 

Padahal saat itu TGB tengah menjadi saksi dalam sebuah perkara yang ditangani KPK. 

Saat ini, posisi pengganti Irjen Firli kemungkinan besar diisi pelaksana tugas (Plt) Brigjen Panca Putra Simanjuntak selaku Direktur Penyidikan KPK.

R1/Hee