Selasa, 20 Agustus 2019

GAYA-HIDUP

Mengapa Saat Gempa Tubuh Terasa Pusing dan Mual? Berikut Penjelasannya

news24xx


Foto internet Foto internet

RIAU1.COM - Gempa M 7,4 yang mengguncang Banten, getaran terasa sangat kuat hingga Jakarta. Tak ayal, usai gempa? beberapa orang yang berada di ketinggian gedung bertingkat merasakan mual dan pusing hingga beberapa saat.

Megutip detik.com, Jumat (2/8/2019), keluhan pusing dan mual lazim dijumpai saat gempa hingga beberapa waktu setelahnya.



BACA JUGA : Sempat Heboh di Akun Instagramnya, Aktor Ahn Jae-hyun Bakal Ceraikan Ku Hye-sun



Para ilmuwan menyebutnya phantom earthquakes atau jishin-yoi dalam bahasa Jepang yang oleh para ahli disebut sebagai 'post-earthquake dizziness syndrome' (PEDS).

Ada beberapa teori yang menjelaskan fenomena ini. Pertama, keluhan mual dan pusing sehabis gempa terjadi dengan mekanisme serupa dengan mabuk perjalanan atau motion sickness. Saat guncangan terjadi, gerakan yang dialami tubuh dan yang teramati secara visual tidak sinkron sehingga muncul berbagai keluhan tidak nyaman.



BACA JUGA : Selain Menyegarkan, Selasih Ternyata Juga Bisa Obati Stres Lho



Teori lain yang menjelaskan fenomena ini adalah fobia terhadap gempa susulan. Bahkan ketika gempa susulan tidak benar-benar terjadi, tubuh mengantisipasinya dengan kepanikan.