Kamis, 21 Maret 2019

GAYA-HIDUP

Pancing Minat Anak Sekolahan, Trik Pak Tua Penjual Accesories Ini Pantas Acungi Jempol

news24xx


 Pak Nurdin Pedagang accesories sekolahan  dikawasan Rumbai saat melintasi jembatan leighton (Toni) Pak Nurdin Pedagang accesories sekolahan dikawasan Rumbai saat melintasi jembatan leighton (Toni)

RIAU1.COM -Pekanbaru- Walau usianya sudah mulai merangkak 80-an. Tapi senyumnya masih membuai saat riau1.com coba menanyakan apa maksud dari botol-botol air mineral bergelantungan di sepeda kayuh miliknya --kemudian juga helm seperti robot itu.

Pak tua itu bernama Nurdin,  saat berbincang  dengan riau1.com ketika ia melintas di jembatan  leighton  Rumbai Pekanbaru, ia mengatakan  apa yang dilakukanya ini merupakan ciri khas dirinya agar disenangi anak-anak sekolahan.


BACA JUGA : Ajak Generasi Milenial 'Cari Aman', AHM Undang 150 Pelajar Ikuti Safety Riding Camp 2019


" Saya jualan accessories dikawasan sekolahan  Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Dan gaya seperti ini sudah berpuluh Tahun saya lakukan sebagai pedagang accesories sekolahan," kata Nurdin dengan senyum khasnya walau giginya hanya terlihat tinggal satu.

Dengan style seperti ini pula katanya anak-anak sekolahan itu tidak pernah lupa akan dirinya. Bahkan,  anak-anak sekolahan yang sudah dewasapun terkadang  kerap menyalami  dirinya.

 " Kata anak-anak sekolahan yang sudah dewasa style saya ini yang membuat mereka ingat. Bahkan ada yang mengaku memiliki kenangan semasa kecil membeli accesories  kepada saya," sebut Nurdin.


BACA JUGA : Capella Honda Ajak 30 Bikers CRF Riau Nikmati Keindahan Air Terjun Guruh Gemurai Lubuk Jambi


Mungkin ujarnya, kalau  sekolahan di kawasan Kecamatan Rumbai dirinya tidak lagi asing bagi pelajar. Sebab hampir seluruh sekolahan ia jejaki dalam kurun 30 tahun berjualan accesories di sekolahan.

" Iya.., mulai dari pelajar, orang tua hingga paraguru sekolahan mungkin sudah tidak lagi asing dengan saya," kata dia sembari mendorong sepedanya menanjak pendakian jembatan.


Terkait pendapatan keseharian jelas dia lagi, dirinya tidak bisa mematokan layaknya pegawai. Tetapi semua rezeki perharinya digantungkan kepada sang pencipta.

" Allah yang tahu nak,  namanya juga pedagang terkadang banyak laku ya banyak juga untung, terkadang hanya  habis di jalan," ucap dia, Senin (07/01/19) sore kemarin.

Namun rata-rata beber dia, itu paling berkisar dari  Rp20 hingga Rp 50 ribu. Dan itu bisa buat makan dan tidak bertopang dalam hidup kepada anak-anak.

 " Saya akan terus bergerak dan tetap berusaha mengayuh sepeda tua saya hingga akhir saya tidak lagi bisa mengayuh," pungkasnya sembari minta izin melanjutkan perjalanan pulangnya-- sayang saya belum sempat menanyakan dimana rumah pak tua ini dan juga keinginan saya untuk mencari lebih jauh tentang keluarga pak tua ini.

Pantauan riau1.com, memang usaha dan semengat pak tua ini patut dapat acungan jempol. Walau usianya sudah lanjut, namun semangat dan juga fisik bapak tua ini dibilang sehat--- apakah pak tua ini selalu mendayung sepeda tiap hari.

Bahkan pak tua ini juga tidak terlihat sesak nafasnya saat mendaki mendorong sepedanya yang digerayuti botol air mineral yang dalamnya ada dagangan beragam jenis accessories.

Dengan style pak tua ini, tidak satu dua pengendara sepeda motor melambaikan tangan padanya. Apakah mereka tertarik atau memang yang melambaikan tangan itu orang-orang yang pernah belanja accesories padanya dahulunya.

R1/Toni