Selasa, 23 Oktober 2018

BISNIS

India Jadi Rekanan Pembelian CPO Tertinggi Sawit Indonesia

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 10-16 oktober mengalami kenaikan 0,45 persen atau Rp 6,63 per kilogram.

Dikatakan Tengku Neni, selaku Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura & Perkebunan Provinsi Riau, kenaikan harga TBS periode ini disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan sumber data.

"Kenaikan harga TBS periode ini disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan sumber data terutama harga CPO. Harga CPO dapat naik karena membaiknya penjualan yang berarti meningkatnya permintaan. Sehingga harga TBS periode saat ini untuk kelompok umur 10 - 20 tahun menjadi Rp 1.489,50 per kilogram," ujarnya.

Di Riau, harga jual CPO PTPN V mengalami kenaikan sebesar (Rp 122,66/Kg), Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar (Rp 116,57/Kg), Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar (Rp 64,54/Kg), Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar (Rp 48,05/Kg), dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar (Rp 132,00/Kg) dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk ekspor CPO, Tengku Neni juga mengatakan pembelian CPO paling tinggi dicatatkan oleh India. Hingga Agustus 2018 pembelian CPO oleh negara ini tercatat mencapai 823.000 ton.

"Pembelian CPO dan produk turunannya paling tinggi dicatatkan oleh India, bahkan pada bulan Agustus tercatat mencapai 823.000 ton, ini merupakan rekam pembelian tertinggi sepanjang masa perdagangan sawit Indonesia" ujar Tengku Neni belum lama ini.

Peningkatan impor CPO dan produk turunannya juga dibukukan oleh China, Amerika Serikat, Negara Afrika dan Pakistan. Namun secara nasional stok masih cukup tinggi sehingga di beberapa tempat mempengaruhi perdagangan CPO/TBS.


R1/puri