Minggu, 16 Desember 2018

BISNIS

Akhir Pekan, Rupiah Tinggalkan Rp 14.500 Hari ini

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) menutup akhir pekan ini berada pada posisi Rp14.480 sore ini, Jumat (7/12/2018). Posisi ini menguat 40 poin atau 0,28 persen dibanding Kamis (6/12) kemarin yang di Rp14.520 per Dollar AS.

Sementara itu, dilansir dari CNNIndonesia.com Jumat (7/12/2018) kurs referensi Bank Indonesia(BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan Rupiah di posisi Rp14.539 per Dollar AS atau melemah dari kemarin di posisi Rp14.507 per Dollar AS.



BACA JUGA : Ini Inovasi BTN dalam Menekan Angka Kredit Tidak Produktif



Di kawasan Asia, Rupiah memimpin penguatan mata uang bersama Rupee India yang turut menguat 0,25 persen, Peso Filipina 0,12 persen, Won Korea Selatan 0,1 persen, Baht Thailand 0,08 persen, dan Renminbi China 0,01 persen.

Namun, beberapa mata uang Asia justru bersandar di zona merah. Dollar Singapura melemah 0,03 persen, Dollar Hong Kong minus 0,04 persen, Ringgit Malaysia minus 0,05 persen, dan Yen Jepang minus 0,12 persen.

Sebaliknya, mata uang utama negara maju justru kompak melemah dari Dollar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,31 persen, Dollar Australia minus 0,16 persen, Dollar Kanada minus 0,09 persen, Franc Swiss minus 0,06 persen, Euro Eropa minus 0,02 persen, dan Rubel Rusia minus 0,01 persen.



BACA JUGA : Indonesia Belum Mampu Menjadi Negara Produsen Makanan dan Minuman Halal Terbesar di Dunia



Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan Rupiah berhasil menguat hari ini karena ada sentimen pendukung dari dalam dan luar negeri. Dari luar negeri, sentimen positif datang dari rilis data ketenagakerjaan AS versi ADP yang di bawah ekspektasi pasar.

Dalam rilisnya, penciptaan lapangan kerja di Negeri Paman Sam sebanyak 179 ribu pada November 2018 di bawah ekspektasi pasar yang196 ribu.

"Ini menambah indikasi dan prediksi pasar bahwa pertumbuhan ekonomi AS mulai melambat, sehingga semakin menambah kekhawatiran pasar," ujar Dini, Jumat (7/12).