Selasa, 22 Oktober 2019

BISNIS

Penurunan Suku Bunga oleh BI Akan Diterapkan Perbankan 8 Bulan Kemudian

news24xx


Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Antara. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Antara.

RIAU1.COM -Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan atau 7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) sebanyak tiga kali secara berturut-turut sejak Juli 2019.

Saat ini, suku bunga acuan Bank Indonesia dipatok 5,25 persen. Namun, penurunan suku bunga tersebut tak serta-merta turut menurunkan bunga perbankan.

Dilansir dari Kumparan.com, Sabtu (21/9/2019), pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan, transmisi penurunan suku bunga Bank Indonesia terhadap bunga bank memang membutuhkan waktu tak sebentar, paling tidak 8 bulan.



BACA JUGA : Keren! Keripik Singkong Asal Bojonegoro Diekspor Ke Kuwait

Iklan Riau1

"Karena bank harus menghitung kembali biaya dana selama suku bunga acuan tinggi 6 persen selama 8 bulan itu. Jadi tidak bisa langsung turun," ujar Paul.

Meski demikian, stimulus penurunan suku bunga Bank Indonesia tetap akan berdampak positif nantinya. Apalagi, saat ini likuiditas perbankan juga mendukung.



BACA JUGA : Fun Baking Bersama Zeelandia, DCC Pekanbaru Launching Buku Resep Cake and Snack Favorit

"Likuiditas bank sudah cukup memadai seperti penurunan GWM menjadi 6 persen efektif bulan Juli 2019. Artinya tak perlu lagi stimulus lagi," katanya.

Begitupun imbas penurunan suku bunga Bank Indonesia hingga pelonggaran LTV. Menurut dia, pelan tapi pasti akan mengerek Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor.

"Tentu dapat mengerek KPR dan KKB, tapi minimal akhir tahun baru terasa karena relaksasi baru efektif 2 Desember 2019," katanya.





Loading...