Sabtu, 21 September 2019

BISNIS

Indonesia Stop Beli Airbus Jika Hambat Sawit Dan Turunan Masuk Pasar Eropa

news24xx


Enggartiasto Lukita (Foto: Istimewa/Internet) Enggartiasto Lukita (Foto: Istimewa/Internet)

RIAU1.COM - Pemerintah Indonesia kini mengancam balik setelah mendapatkan tekanan dari Uni Eropa (UE) dengan berencana mengalihkan impor pesawat terbangnya dari Airbus ke Boeing.



BACA JUGA : Perum Bulog Harus Berutang untuk Pengadaan Sejumlah Komoditas

Iklan Riau1

Dikutip dari tempo.co, Jumat, 23 Agustus 2019, ketegasan ini diutarakan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita setelah Uni Eropa terus menerus mempermasalahkan dan menghambat impor produk minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunan asal Indonesia.

Upaya ini diawali dengan pembatalan terhadap minuman beralkohol, buah-buahan dan produk susu dari UE dan menambahnya dengan produk pesawat terbang.

Dibuktikan dengan terjadinya komunikasi antara Kementerian telah berkomunikasi dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) terkait dengan pengalihan impor produk jadi dari produk susu serta buah-buahan dari UE menuju ke Amerika Serikat, Australia dan negara produsen lain.

"Kita akan alihkan pemesanan pesawat dari Airbus ke Boeing. Saya sudah sampaikan ke Pak Rusdi Kirana dan dia sepakat. Kita sebagai bangsa tidak bisa diperlakukan seperti ini secara terus-menerus oleh UE," tegasnya.


BACA JUGA : Penjualan Mobil Melambat, BI Keluarkan Kebijakan Pelonggaran Uang Muka Kredit


Menurutnya, upaya UE ini merupakan bentuk aksi proteksionisme. Mereka sengaja menghambat impor CPO karena ingin melindungi produk minyak nabati domestiknya.

 





Loading...