Jumat, 21 Juni 2019

BISNIS

Beda dengan Jokowi, Menko Darmin Nasution Tak Sepakat Undang Penerbangan Asing Solusi Mahalnya Harga Tiket

news24xx


Menko Perekonomian Darmin Nasution.  Menko Perekonomian Darmin Nasution.

RIAU1.COM - Cukup mengejutkan. Pendapat menteri yang ahli ekonomi ini berbeda dengan Presiden Joko Widodo. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, tidak sepakat dengan rencana pemerintah mengundang penerbangan asing ke Indonesia sebagai solusi untuk mengatasi harga tiket pesawat yang mahal. 

Pasalnya, penerbangan asing bisa merugikan maskapai dalam negeri nanti. Maskapai dalam negeri akan semakin berat menjalankan bisnis bila ada maskapai asing.

Darmin Nasution mengakui mahalnya tiket pesawat tujuan domestik yang banyak dikeluhkan masyarakat akhir-akhir ini.



BACA JUGA : Agar Keamanan Terjamin, OJK Imbau Pelaku Usaha Pegadaian Ajukan Izin Usaha Hingga Bulan Depan

 

Seperti dilansir RMOL.CO, Kamis, 6 Juni 2019, Menurut Darmin, mahalnya tiket pesawat juga mengganggu laju pertumbuhan ekonomi karena fenomena tersebut berdampak langsung pada sektor pariwisata. 

Pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2019, sebut Darmin, seharusnya bisa mencapai 5,1 hingga 5,2 persen. Namun, mahalnya tiket pesawat membuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut hanya mentok di angkat 5,07 persen. 

"Jadi pertumbuhan ekonomi bisa 5,1 persen di kuartal I kemarin. Tapi karena harga tiket tinggi, pariwisata merosot," ujarnya saat ditemui di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu (5/6). 

"Seandainya harga tiket tidak setinggi itu, pariwisata bisa digenjot," imbuhnya. 

Namun demikian, Darmin tampak kurang sepakat dengan strategi mengundang maskapai penerbangan asing sebagai solusi untuk mahalnya harga tiket.

Pasalnya, maskapai dalam negeri akan semakin berat menjalankan bisnis jika ada pesaing dari luar. 



BACA JUGA : BPK Temukan Sejumlah Masalah Keuangan dalam Hasil Audit Laporan Garuda Indonesia

 

Sebelumnya, solusi mengundang maskapai asing ini disuarakan salah satunya oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi menilai, mahalnya harga tiket pesawat disebabkan oleh minimnya persaingan di sektor penerbangan. Untuk itu, pemerintah akan mengundang penerbangan asing ke dalam negeri agar tiket pesawat bisa bersaing dan turun harganya. 

R1/Hee