Kamis, 25 April 2019

BISNIS

Harga Avtur Tinggi Penyebab Tiket Pesawat Mahal, 2 BUMN Bandara Buka Peluang ke Swasta

news24xx


Ilustrasi truk tangki sedang mengisi avtur ke pesawat.  Ilustrasi truk tangki sedang mengisi avtur ke pesawat.

RIAU1.COM - Harga tiket pesawat mahal penyebabnya dituding karena harga minyak avtur tinggi dan adanya PPN lagi yang besar. 

Untuk itu BUMN pengelola Bandara bakal membuka peluang kepada swasta untuk memasok avtur.

Seperti dikutip Riau1.com dari bisnis.com, Kamis, 14 Februari 2019, Dua BUMN pengelola bandara di Indonesia kompak menyatakan terbuka pada kemungkinan masuknya penyedia bahan bakar pesawat selain PT Pertamina Aviation, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh regulator.



BACA JUGA : Seluruh Keluarga Motor Sport Honda Tampil di Ajang HSMS 2019 Pekanbaru

 

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura (AP) I Handy Heryudhitiawan mengatakan penyedia avtur tersebut harus bisa menjamin ketersediaan bahan bakar untuk memasok bandara terjauh, seperti Bandara Frans Kaisiepo di Biak, Bandara El Tari di Kupang, maupun Bandara Sam Ratulangi di Manado.

"Setiap penyedia avtur yang hendak menjalankan usahanya di bandara harus melalui sebuah proses tender. Adapun, kontrak yang diberikan biasanya dua tahunan," katanya, Rabu (13/2/2019).

Saat ini, dia menjelaskan Pertamina Aviation yang terpilih sebagai penyedia avtur karena memenuhi persyaratan dan mampu melaksanakan ketentuan yang ditetapkan. Kontrak antara AP I dengan Pertamina berlaku sejak 2017 dan akan berakhir pada tahun ini.

Selama ini, lanjutnya, Pertamina Aviation mampu memenuhi ketersediaan avtur untuk seluruh bandara yang dikelola AP I dan tidak pernah mendapatkan keluhan dari maskapai.



BACA JUGA : Ikut Nyoblos, Bisa Free 1 Jam Karaoke di K-Cube Family KTV and Billiard Pekanbaru

 

Sementara itu, Vice President Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan prosedur awal bagi penyedia avtur bisa dimulai dengan penyerahan surat minat (letter of interest) kepada pengelola bandara. Apabila sudah memenuhi syarat-syarat dari regulator, akan dilakukan proses selanjutnya yakni tender maupun pembahasan teknis kerja sama.

"Kami tidak menutup kemungkinan bagi provider aviation fuel lainnya [untuk masuk]," kata Yado.

Dia belum bisa menyebutkan tanggal proses tender penyedia avtur selanjutnya. Tahapan tersebut akan diumumkan lebih lanjut.

R1/Hee